Tulungagung, Arahjatim.com -Terkait banyak keluhan dan harapan warga masyarakat, baik infrastruktur maupun sosial, Bupati Tulungagung, mengakui itu adalah tanggungjawab seorang pemimpin wilayah. Dalam hal itu, sudah seharusnya pimpinan daerah dalam hal ini Bupati, terus berusaha, untuk menjawab dengan realisasinya.
Dihadapan puluhan awak media, termasuk tim arahJatim.com. Bupati menjelaskan selama hampir seminggu lebih ini mondar mandir Tulungagung- Jakarta.
Menindaklanjuti masalah lingkar waduk wonorejo, yang hampir 20 tahunan rusak, membuat bupati dan jajaranya berkewajiban mencarikan sebuah solusi. Hal itu disampikan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Sabtu, 27/9/2025 di pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Dijelaskan terkait masalah Jalan lingkar Wonorejo, permasalahan itu terletak pada wilayah kerja dan kewenangan yang mengaturnya. Hal ini salah satunya, obyek tersebut bukan kewenangan daerah, tetapi milik propinsi. Dalam hal ini pihak pemerintah kabupaten Tulungagung, telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan propinsi maupun pusat.
” Beberapa hari kemarin, kami bersama OPD terkait, mengunjungi salah satu direktur pembangunan wilayah Indonesia barat, guna melakukan komunikasi dan koordinasi terkait jalur lingkar Wonorejo. Dari kementerian terkait, kita disarankan bagaimana agar, wilayah tersebut menjadi bagian dari pemerintah kabupaten Tulungagung. Dalam hal ini kita akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak pihak terkait, termasuk dengan tokoh wakil rakyat ditingkat pusat, dapil 6 termasuk Tulungagung untuk membantu proses ini “, ungkap bupati GS.
Ketika disinggung solusi apa yang disiapkan bupati terkait keluhan warga Kaligentong dan beberapa warga yang masih bertahan dilahan sengketa antara pihak Mabes TNI dan warga yang mendiami lahan turun temurun, bupati berjanji akan kawal itu hingga masalah infrastruktur dan listrik bisa dinikmati warganya, yang tercatat sebagai warga Tulungagung.
” Jujur kami merasa trenyuh ketika bertemu langsung dengan warga saya disana. Kami akan cari solusinya dengan bicara baik kepada Pangdam, pemerintah pusat, dan tokoh tokoh pusat, agar warga saya disana juga bisa menikmati pembangunan seperti saudara saudaranya yang lain di Tulungagung. Mengenai kongkritnya , kini sedang kita susun bersama unsur pimpinan daerah, tokoh, dan pusat. Mohon doa restu dan dukungannya seluruh warga Tulungagung, ini saya juga bicara terkait rasa sebagai sesama saudara”, tambah, tambah bupati Gatut Sunu Wibowo, usai lakukan temu warga di wilayah Pucanglaban. ( don1 )










