Pamekasan, Arahjatim.com – Meskipun hujan gerimis pelaksanaan suasana Safari Ramadhan di Pendopo Kecamatan Palengaan yang menjadi tempat pelaksanaan ajang penyampaian capaian sosial sekaligus refleksi kondisi keuangan daerah serta silaturahmi antara kepala desa se-kecamatan Palenga’an dan elemen masyarakat berjalan khidmat. Selasa, (03/03/2026). Sore
Di hadapan masyarakat dan jajaran Forkopimcam dan kades, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, sangat menyoroti inisiatif pembangunan rumah bagi warga miskin ekstrem yang dilakukan secara swadaya tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kecamatan Palengaan patut dijadikan percontohan, karena sudah bisa merealisasikan 13 unit rumah layak huni melalui dukungan para pengusaha yang berkontribusi secara sukarela, tanpa mengandalkan APBD yang terbatas”,ucapnya.
“Palengaan ini istimewa. Pondok pesantrennya terbanyak dan besar-besar. Kalau menjadi camat di Palengaan sukses, insya Allah di kecamatan lain akan lebih sukses,” tegas Kholilurrahman.
“Pembangun menggunakan APBD merupakan hal yang umum dilakukan pemerintah, namun melakukan pendekatan dan dukungan dari para pengusaha sangatlah sulit, tetapi para kades di Palengaan ini sangat top, bisa mampu menggandeng para pengusaha-pengusaha”pungkasnya.
Sementara Camat Palengaan, Muzanni, menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan 15 donatur yang tidak mau dipublikasikan identitasnya.
“Setiap unit rumah dibangun dengan anggaran antara Rp30 juta hingga Rp50 juta, disesuaikan kebutuhan material. Rata-rata bangunan berukuran 5×7 meter dan dilengkapi dua kamar tidur. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara untuk memastikan rumah-rumah tersebut memperoleh sambungan listrik, terutama bagi yang sebelumnya belum teraliri daya”,katanya.
Dalam kesempatan ini Bupati Pamekasan menyampaikan kalau yang proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) di wilayah Palengaan telah selesai dikerjakan dengan pengaspalan hotmix sepanjang lebih dari dua kilometer, didalam kondisi keuangan daerah yang sedang sakit.(ndra).











