Tulungagung, Arahjatim.com. – Ada yang berbeda dalam suasana rapat paripurna DPRD Tulungagung, Selasa (18/11/2025). Nampak semua yang hadir memakai busana Jawa, termasuk ketua DPRD Marsono dan Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo S.E, M.E.
Rapat paripurna bersamaan dengan peringatan hari jadi kabupaten yang ke 820, kantor DPRD Tulungagung dihias dengan nuansa kejawen.
Agenda paripurna sidang membahas tiga materi khusus, yakni penetapan propemperda 2026, Pembentukan pansus DPRD membahas ranperda masa sidang I, tahun sidang II (September- Desember) 2025 dan Persetujuan bersama DPRD dan Bupati terhadap RAPBD tahun anggaran 2026.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasih atas pembahasan Ranperda APBD Tulungagung TA 2026 sampai kemudian disepakati dan disetujui.
“Ranperda yang sudah dihasilkan itu, selanjutnya akan diproses dan dievaluasi oleh Gubernur Jawa Timur. Kami juga mengucapkan terima kasih atas sidang hari ini. DPRD sebagai mitra dalam proses pembangunan , kami sangat apresiasi”, kata Bupati Gatut Sunu.
Bupati Gatut Sunu juga menyatakan akan mewujudkan pencapaian pembangunan di Tulungagung sesuai prioritas nasional dan provinsi. Di antaranya perluasan kesejahteraan sosial masyarakat dan pembangunan ekonomi sektor unggulan, termasuk infra struktur jalan, akan menjadi konsen kami.
Seiring dengan semangat mensejahterakan masyarakat, ketua DPRD Tulungagung, Marsono, juga mengapresiasi langkah Bupati Tulungagung yang konsisten mewujudkan harapan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, mengungkapkan bahwa dalam proses pembahasan APBD 2026, Badan Anggaran (Banggar) menemukan adanya koreksi yang menghasilkan tambahan anggaran sekitar Rp 105 juta.
“Ada tambahan Rp 105 juta itu cuma arah alokasinya sudah ditentukan oleh pemerintah pusat terutama untuk perbaikan infrastruktur atau hal-hal yang sifatnya mendesak,” jelas Marsono, kepada media, termasuk Arahjatim.com. (don1).











