Bebek Goreng Uti Ida: Warisan Lamongan yang Menggoyang Lidah di Kediri

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com — Di sebuah ruko sederhana di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, aroma bumbu rempah yang digoreng dalam minyak panas menyeruak ke udara. 

Di dapur itu, Uti Ida, perempuan 53 tahun asal Desa Kretek Ranggon, Sambeng, Lamongan telah menekuni warisan keluarga yang tak lekang oleh waktu, menjual olahan bebek dan sambal sedari tahun 2003.

Warung Bebek Goreng Utama “Uti Ida” bukan sekadar tempat makan. Ia adalah cerita panjang keluarga Lamongan yang menurunkan keahlian memasak dari satu generasi ke generasi lain.

pasang iklan_rev3

 “Keluarga besar saya banyak yang jualan. Ada yang buka soto, ada juga yang spesialis bebek. Saya pilih bebek, karena dari dulu paling bisa ngeracik bumbunya,” tutur Uti Ida sambil mengaduk sambal baby cumi yang mendidih dalam wajan.

Gurih Sampai ke Serat Daging

Salah satu pelanggan setia, pasangan Danang dan Rina asal Surabaya yang kini menetap di Kediri, memuji konsistensi rasa yang ditawarkan. 

“Bebeknya itu, nggak cuma garing di luar, tapi bumbunya meresap sampai ke dalam daging. Ini yang susah dicari di tempat lain,” ujar Danang.

Rina, yang biasanya memilih menu sambal baby cumi, menambahkan, “Sambalnya nampol! Pedasnya nendang, wangi cabainya khas tumisan rumah, dan cuminya itu empuk banget. Kalau udah makan ini, nasi satu porsi pasti kurang.”

Varian Sambal dan Menu Andalan

Tak hanya sambal baby cumi yang jadi primadona, Bebek Goreng Utama juga menyajikan beragam sambal khas Jawa Timur: sambal tomat, korek, pencet, bawang, hingga sambal pete untuk pencinta rasa tajam.

Menu utama yang ditawarkan pun beragam:

  • Bebek goreng / bakar: Rp 22.000 (+ nasi)
  • Ayam goreng / bakar: Rp 20.000 (+ nasi)
  • Lele penyet: Rp 14.000 (+ nasi)
  • Tahu-tempe penyet: Rp 11.000 (+ nasi)
  • Sambal baby cumi + nasi: Rp 22.000 (Tambahan bakar hanya Rp 2.000)

Untuk penggemar ikan, tersedia gurami dan nila goreng atau bakar yang disajikan dengan sambal pilihan.

Hangatkan Hari dengan Minuman Tradisional

Sembari menanti pesanan, pelanggan bisa menikmati aneka minuman hangat dan dingin yang tak kalah menggoda:

  • Jahe sere: Rp 5.000
  • Jeruk hangat / es: Rp 4.000
  • Teh hangat: Rp 3.000
  • Es teh: Rp 4.000
  • Susu coklat panas / es: Rp 5.000

Pesan Mudah, Rasa Terjaga

Bagi yang tak sempat datang langsung, Bebek Goreng Utama “Uti Ida” menerima pesanan melalui WhatsApp di 081 290 492 237, juga tersedia di GoFood dan ShopeeFood.

“Alhamdulillah sekarang makin gampang dijangkau. Mau makan enak, tinggal klik,” ujar Uti sembari tersenyum.

Cita Rasa yang Bertahan Lewat Waktu

Dua dekade lebih berjualan, Uti Ida telah membuktikan bahwa cita rasa yang tulus dan otentik tak pernah kehilangan penggemar. Dari gorengan bebek yang gurih, sambal baby cumi yang menggoda, hingga minuman hangat penghangat suasana, Bebek Goreng Utama bukan sekadar warung makan, ia adalah warisan rasa dari Lamongan untuk Kediri. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.