Bea Cukai Madura Musnahkan Hampir 7 Juta Batang Rokok Ilegal

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49496822542_c95e3292e7_b.jpg

Pamekasan ArahJatim.com – Bea dan Cukai (BC) Madura, Rabu (5/2/2020) siang, menggelar jumpa pers pemusnahan rokok ilegal hasil penindakan sepanjang tahun 2019. Sementara acara pemusnahan dilakukan secara simbolis di halaman Kantor Bea dan Cukai Madura.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya, Kakanwil DJBC Jatim, Staf Ahli Bupati Pamekasan, Kapolres Pamekasan, Dandim 0826 Pamekasan, Kepala Kantor Bea dan Cukai Madura, Kepala Pengadilan Negeri, Kajari Pamekasan, Kepala KPKNL Pamekasan, dan para pengusaha rokok se-Madura.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Madura, Yanuar Calliandra mengatakan, rokok ilegal sebanyak hampir tujuh juta batang ini merupakan hasil serangkaian penindakan di bidang cukai sepanjang tahun 2019. Rokok-rokok ilegal itu diperoleh dari berbagai tempat di empat kabupaten di Pulau Madura.

Akibat peredaran rokok ilegal tersebut negara mengalami kerugian atas potensi pemasukan pajak sebesar lebih dari Rp 2,5 miliar. Ini menjadi catatan sejarah bagi Kantor Bea dan Cukai Madura karena hasil penyitaan ini merupakan yang terbesar sepanjang operasi yang pernah dilakukan di Pulau Madura.

“Sebanyak 6.839.598 juta batang rokok ilegal hasil dari penyitaan periode tahun 2019 dari empat kabupaten yang ada di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) dengan potensi kerugian negara sebesar Rp. 2.512.843.500. Serta (turut disita) satu unit mesin pelinting rokok yang sudah menjadi alat bukti di Pengadilan Negeri Pamekasan,” ujar Yanuar Calliandra

Pemusnahan rokok ilegal secara simbolis dilakukan oleh Kakanwil DJBC Jatim dan Kepala Kantor Bea dan Cukai Madura dan jajaran Forkopimda Kabupaten Pamekasan. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Yanuar menambahkan, jutaan batang rokok itu disita lantaran tidak dilekati pita cukai. Dan untuk sementara pihaknya berhasil mengamankan empat tersangka, dan salah satunya telah divonis hukuman satu tahun penjara.

“Ini semua adalah hasil sitaan dalam modus pelanggaran rokok tanpa dilekati pita cukai (polos). Kita untuk sementara (berhasil) mendapatkan empat tersangka dengan satu tersangka sudah divonis hukuman satu tahun penjara,” ungkap Yanuar.

Yanuar Calliandra kembali merinci, hasil dari penindakan di bidang cukai. Sebanyak 6.227.884 batang rokok ilegal yang sudah ditetapkan sebagai barang bukti milik negara (BMN) dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 3.181.820.380,- selama periode 20 Desember 2018 sampai 27 November 2019. Sesuai dengan Surat Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi No. S-7/MK.6/KN.5/2020 tertanggal 7 Januari 2020 sudah disetujui untuk dilakukan pemusnahan.

Sementara itu Kepala KPKNL menegaskan, proses yang dilakukan pihak Bea dan Cukai sudah mengacu pada peraturan Menteri Keuangan, No.83. Tahun 2016, tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Pengapusan Barang Milik Negara.

“Pemusnahan ini dilakukan dengan tujuan sebagai penegakan hukum, sehingga ke depannya untuk peredaran rokok ilegal semakin berkurang dan menurun serta dari pihak kami juga selalu melakukan sosialisasi kepada para penjual rokok dan para pegiat bisnis rokok pemula/rumahan agar bisa bersaing,” pungkasnya. (ndra)