Banyuwangi, ArahJatim.com – Setelah beberapa pekan lalu warga digegerkan dengan penemuan mayat bayi di tempat sampah pasar, kali ini kasus bayi dibuang kembali menggegerkan warga Dusun Krajan, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Minggu (18/8/2019) pagi.
Bayi berjenis kelamin perempuan yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya tersebut ditemukan warga tergeletak di sebuah surau di tepi sungai dalam kondisi masih hidup lengkap dengan tali pusarnya.
Bayi mungil yang baru dilahirkan tersebut pertama kali ditemukan oleh pasangan suami istri Ansori dan Masruroh pada Minggu dini hari yang curiga mendengar suara tangisan bayi di belakang rumahnya. Awalnya suara bayi itu dikira suara kucing. Namun saat didekati, ternyata suara tangisan bayi mungil tergeletak di sebuah surau yang biasa digunakan beribadah warga setempat.
”Kaget, awalnya saya kira suara kucing. Saya dan suami sempat mencari-cari pusat suara itu ternyata ada bayi di sini (surau). Saya gak berani pegang, langsung saya laporan ke suami saya. Bayinya perempuan. Saat pertama kali saya temukan masih ada tali pusarnya, dan gak ada sehelai kain pun yang menutupi bayi,” kata Masruroh, penemu bayi.
Baca juga:
- Warga Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Di Tempat Sampah Pasar Blambangan.
- Dibuang Di Poskamling, Penemuan Bayi Hebohkan Warga Sragi, Songgon
- Gempar, Bayi Laki-Laki Dibuang Di Teras Rumah Warga.
Penemuan bayi tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat dan pihak kepolisian. Polisi yang datang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi terkait.
”Yang tahu pertama istri saya, kita bertiga, saya, adik saya dan istri awalnya bingung gak nemu-nemu suara tangisan ini waktu keliling mencari. Akhirnya istri saya yang menemukan di tempat ini (surau). Bayinya bersih tidak ada darahnya. Langsung saya laporkan ke Sekdes terus dilaporkan ke polisi,” kata Ansori, suami Masruroh yang juga sebagai Ketua RT01/RW01 Dusun Krajan, Desa Kenjo.
Hingga kini, bayi malang tersebut masih menjalani perawatan di ruang perinatologi RSUD Blambangan. Alat penghangat khusus juga dipasang secara terus-menerus agar tubuh bayi tetap hangat. Sebab kemampuan hisap susu bayi dalam kategori lemah. Tim medis rumah sakit juga memasang sebuah selang di hidungnya untuk memasukkan susu ke tubuhnya.

”Waktu pertama kali sampai rumah sakit kondisinya cukup baik, reflek tangisannya juga baik. Hanya saja kondisi bayi sangat dingin sampai tangannya itu membiru. Sampai di sini tali pusarnya sudah dalam posisi terpotong, katanya sudah dipotong oleh bidan yang pertama kali menangani. Saat ini bayi yang memiliki bobot 2,3 kilogram dengan panjang 48 sentimeter kondisinya sudah berangsur membaik,” kata Wiwit Indiastuti, Perawat Pelaksana Ruang Perinatologi RSUD Blambangan.
Hingga berita ini ditulis, bayi mungil itu masih berada di RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan intensif di ruangan khusus bayi. Kasus temuan bayi juga masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Polisi masih mencari pelaku pembuangan bayi dengan melakukan pendataan penduduk yang hamil di sekitar desa setempat. (ful)









