Baru Enam Hari Bebas, Napi Asimilasi Kembali Mencuri

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Agus Wahyu Permana, seorang mantan narapidana Lapas Banyuwangi kembali harus berurusan dengan polisi. Pemuda berusia 20 tahun warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang baru enam hari bebas dari penjara setelah mendapatkan asimilasi dari pemerintah dalam kasus pencurian kotak amal ini kembali berulah.

Pencuri spesialis kotak amal ini beraksi di sebuah musala di Lingkungan Cungking, Kecamatan Giri. Ia berhasil membawa kabur uang sebanyak 900 ribu rupiah yang dijarahnya dari kotak amal. Menurut pengakuan pelaku, aksinya ini dilakukan seorang diri dengan memanfaatkan besi penyangga pengeras suara yang ada di musala. Ia gunakan besi itu untuk mencongkel gembok kotak amal.

Baca juga:

Meski berhasil membawa kabur uang kotak amal, ternyata aksinya diketahui warga di sekitar musala. Warga yang tidak asing dengan wajah pelaku mencoba melakukan pengejaran, namun upaya warga tidak membuahkan hasil hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan kepada polisi.

Setelah mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian sektor Giri langsung melakukan penyelidikan. Pelaku ditangkap polisi saat sedang asyik nongkrong di depan pusat perbelanjaan di jalan Adi Sucipto. Kepada polisi, pelaku mengaku nekat kembali melakukan pencurian kotak amal lantaran tidak memiliki uang setelah keluar dari penjara. 

“Iya benar, pelaku kembali melakukan kejahatan yang sama seperti yang pernah ia lakukan. Pelaku baru enam hari keluar LP, karena lontang-lantung akhirnya mengambil kotak amal lagi. Uang yang diambil sekitar Rp 900 ribu,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Giri, AKP Ali Ashari, Selasa (12/5/2020) siang.

Seperti diketahui, beberapa bulan yang lalu tersangka pernah ditangkap polisi lantaran kedapatan mencuri uang di dalam kotak amal di sebuah masjid di wilayah Kecamatan Giri. Akibat perbuatannya, pelaku sempat mendekam di Lapas Banyuwangi hingga akhirnya bebas setelah mendapatkan asimilasi. Lantaran kembali berulah, pelaku pun kembali terjerat hukum.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkas Kapolsek Giri. (ful)