Kediri, ArahJatim.com —Angin kencang dan hujan deras yang menerjang Desa Besowo, Kecamatan Kepung, pada Minggu (21/9/2025) menyisakan duka bagi 48 keluarga. Namun, duka itu tak dibiarkan berlama-lama. Tangan-tangan sigap dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri langsung hadir, membawa harapan di tengah puing-puing rumah yang hancur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, bergerak cepat. Prioritas utama adalah memastikan para korban tidak berlarut dalam kesedihan.
Langkah pertama yang diambil adalah mengirimkan bantuan asbes, material penting untuk memperbaiki atap-atap yang rusak dan mengembalikan fungsi rumah.
“Kita juga sedang mendata kebutuhan asbes, nantinya akan kita beri bantuan,” ungkap Stefanus.
Bantuan ini menjadi napas bagi warga, yang mayoritas adalah petani dan buruh tani, untuk segera bangkit.
Selain bantuan material, BPBD juga menyalurkan paket sembako berupa beras, minyak goreng, dan kecap untuk meringankan beban 48 keluarga korban. Langkah ini menunjukkan fokus BPBD tidak hanya pada perbaikan fisik, tetapi juga pada kebutuhan dasar para korban.
Kerja sama yang solid terlihat jelas di Desa Besowo. Sejak pagi, warga, aparat desa, relawan, dan anggota BPBD bahu-membahu membersihkan puing dan memperbaiki rumah.
Gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah bencana, solidaritas menjadi kekuatan terbesar.
Peristiwa ini, yang mengakibatkan kerusakan terparah pada rumah Mesiyem di Dusun Besowo Krajan, membuktikan bahwa kesiapsiagaan BPBD dan empati masyarakat adalah kunci dalam menghadapi bencana alam.
Warga sempat panik, tetapi situasi berangsur kondusif berkat penanganan cepat dari pihak-pihak terkait.
Dengan berfokus pada langkah-langkah penanganan BPBD dan semangat gotong royong warga, cerita ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, bantuan dan kebersamaan menjadi elemen terpenting yang datang lebih dulu, sebelum mengupas tuntas penyebab bencana itu sendiri. (das)











