Banjir Bandang Terjang Gandusari, Blitar, 3 Jembatan dan 1 Rumah Rusak, Belasan Ternak Hanyut

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49468071197_caf2c8fcb2_b.jpg
Petugas gabungan bekerja bakti membersihkan material kayu yang menyumbat di kolong jembatan. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Banjir bandang menerjang lereng Gunung Kawi wilayah Kabupaten Blitar. Material lumpur disertai potongan kayu menerjang Dusun Barurejo Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kamis sore kemarin. Akibatnya, tiga jembatan dan satu rumah rusak, serta menghanyutkan belasan ternak warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, bersama Polisi, TNI, Tagana, relawan dan masyarakat mulai membersihkan material banjir bandang di Dusun Barurejo Desa Krisik Kecamatan Gandusari Blitar, Jumat (31/1/2020) pagi.

Petugas gabungan sempat kesulitan menyingkirkan kayu dan batu berukuran besar yang ikut terbawa aliran air. Material kayu tersebut merupakan pohon yang mati akibat kebakaran di Gunung Kawi saat musim kemarau beberapa waktu lalu.

“Hari ini kami melakukan pembersihan di jembatan yang kemarin diterjang banjir bandang. Kendala yang kami hadapi material berupa batu dan kayu yang terbawa aliran banjir ukuranya sangat besar-besar. Kayu dan batu itu menyumbat aliran sungai sehingga harus segera dilakukan pembersihan,” ungkap petugas kedaruratan BPBD Blitar, Lukman Rubai.

Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto yang datang ke lokasi, langsung memberikan perintah kepada anggotanya untuk ikut bekerja bakti membersihkan sisa-sisa material kayu dan batu-batu besar. Petugas gabungan fokus melakukan normalisasi aliran sungai agar jembatan bisa segera dibenahi karena di seberang jembatan masih ada 75 kepala keluarga.

“75 KK itu mayoritas beternak sapi. Setiap hari mereka harus setor susu sehingga sungai perlu segera dinormalisasi agar jembatan bisa dilintasi warga kembali. Agar dampak kerugian ekonomi warga setempat akibat bencana ini juga tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada warga, untuk selalu waspada terhadap banjir susulan. Diharapkan, warga yang berada di atas lokasi segera memberitahu jika sewaktu-waktu hujan deras kembali turun.

“Jika ada informasi dari warga di atas, kami harapkan warga yang berada di bawah segera bersiap untuk evakuasi, sehingga meminimalisir kerugian, baik jiwa maupun harta-benda,” tambah Budi.

Banjir bandang yang menerjang lereng Gunung Kawi di Dusun Barurejo Desa Krisik Kecamatan Gandusari tersebut, diduga berasal dari lereng Gunung Kawi. Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan batang-batang kayu hanyut terbawa banjir dari lereng gunung yang gundul dan terbakar pada musim kemarau lalu. (mua)