Bangkalan, ArahJatim.com – Demi meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat, Disperinaker Kabupaten Bangkalan menggelar program pemberdayaan masyarakat umum guna memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan dalam dunia kerja.
Selama ini dunia kerja menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat dan pemerintah karena tingginya angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Karenanya Disperinaker Kabupaten Bangkalan menawarkan program latihan kerja di Balai latihan kerja (BLK). Program ini bertujuan untuk menekan angka pengangguran serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tamar Djaja menyatakan bahwa pihaknya selama ini mengemban tugas sebagai pembuka pintu demi kemajuan masyarakat Bangkalan, dengan cara menyediakan pelatihan bagi masyarakat Bangkalan.
“Tugas dari Disperinaker itu turut serta menyejahterakan masyarakat. Untuk mencapai itu kita membuka pintu selebar-lebarnya, dengan cara membuka pelatihan agar nantinya siap terjun di masyarakat,” tutur Tamar.
Program pelatihan dimulai dari awal hingga akhir bulan ini, dengan berbagai bidang pelatihan yang ditawarkan meliputi bidang otomotif, menjahit, serta las. Pelatihan tersebut nantinya diharapkan membentuk masyarakat siap pakai dalam dunia pekerjaan. Apabila sudah menjalani pelatihan nantinya mereka akan dibantu untuk membuka usaha sendiri maupun mengikuti program selanjutnya di Balai Besar Pengembangan Lapangan Kerja (BBPLK).
“Nanti setelah lulus jika anak anak mau buka usaha sendiri silakan. Nanti kan ada alumninya, kami bantu. Seperti mau buka tailor (usaha jahit-menjahit) dan bengkel, bagus itu, ataupun mengikuti program BBPLK di Bandung, Semarang, dan Surabaya, kita bantu semuanya,” tambahnya.
Selain BBPLK nantinya pemerintah menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk dikirim ke luar negeri yang bernama Goverment to Goverment Programe atau yang disingkat G to G.
“BBPLK itu nantinya diperuntukkan bagi anak anak yang mau berangkat ke luar negeri untuk bekerja, kami akan bantu berangkatkan mereka. Makanya nanti kami matangkan kemampuannya biar gak malu,” imbuhnya.
Kepala bidang pelatihan dan penempatan kerja Hariyani Fitrianingsih menambahkan pihaknya saat ini sudah memberangkatkan 20 peserta pelatihan ke Bandung dan Semarang dengan pembagian 16 orang bidang otomotif dan 4 orang teknik manufaktur.
“Minggu ini kami akan memberangkatkan mereka, sekitar siang mungkin, dan kami memberangkatkan 20 peserta dibagi otomotif dan teknik manufaktur, 16 untuk otomotif dan teknik manufaktur 4 orang,” tutup Hariyani. (fik)






