Atasi Limbah Pampers Yang Menumpuk, Ini Cara Yang Dilakukan Warga Di Banyuwangi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49393073113_bd8bd42d18_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Persoalan sampah plastik dan sampah rumah tangga, pampers (popok bayi) kian hari tambah menumpuk. Parahnya, sampah-sampah tersebut banyak dibuang di bantaran sungai yang jelas-jelas membuat lingkungan tercemar.

Namun di tangan Choirul Anwar (40) sampah, utamanya limbah pampers yang biasanya dibuang sembarangan di sungai, justru disulap menjadi berbagai produk bernilai ekonomis. Seperti bata ringan, paving block, pot bunga, dan berbagai kreativitas lainnya.

Berangkat dari keprihatinannya atas limbah pampers yang mencemari lingkungan, warga Kelurahan Tamanbaru Banyuwangi itu, memutar otak untuk menciptakan produk dari popok bayi bekas. Yaitu bereksperimen menciptakan paving dan bata ringan dengan memanfaatkan limbah pampers bekas.

“Saya lihat di sungai-sungai banyak pampers menggunung. Ini sudah jadi momok bagi lingkungan. Sebab, limbah pampers lebih jahat daripada sampah plastik yang baru akan terurai dalam waktu 500 tahun atau 5 kali lipat dari limbah plastik. Awalnya eksperimen pakai popok bayi bekas punya anak saya. Selain paving dan bata ringan, kami juga mencoba membuat asbak rokok, pot bunga dan kerajinan lainnya,” ungkap Choirul Anwar.

Anwar menambahkan, dari limbah pampers ada dua manfaat yang bisa diproses jadi kerajinan bernilai ekonomis. Pertama, kain popok, dan kedua, hidrogel atau gel popok pampers yang berfungsi sebagai penyerap cairan basah. Untuk kain popok pampers digunakan sebagai kerajinan pot bunga. Sedangkan gelnya, bisa dibuat kerajinan seperti, patung, gantungan kunci, dan gipsum.

Sebelum diproses menjadi berbagai produk, pampers bekas direndam terlebih dahulu dengan larutan. Selanjutnya, popok bekas dipotong, dan dikeluarkan jelnya untuk dihaluskan sambil di fregmentasi dengan dicampur cairan kimia, kemudian dibentuk kerajinan sesuai konsep yang dibuat.

“Yang jelas untuk bata ringan dan paving block, kami masih belum bisa berinovasi banyak, karena belum ada tes uji kekuatan juga,” tambah Anwar.

Berkat inovasi yang dihasilkan, Anwar bersama lima temannya membentuk Komunitas Peduli Lingkungan Taman Baru (Komplit) untuk menampung limbah pampers di lingkungannya. Selain untuk kepentingan bahan baku, cara tersebut ternyata sangat ampuh untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Gerakannya mendapat respon positif dari warga sekitar, dan bahkan masyarakat luar daerah setempat.

“Kiriman popok bekas ini ada yang dari Surabaya, Bandung, Jakarta, Pati-Jawa Tengah. Untuk daerah di Jawa Timuran hampir menyeluruh. Tapi popok bekas yang terkirim sudah dikeringkan terlebih dahulu oleh si pengirim dan kemudian dipaketkan ke Banyuwangi,” pungkasnya. (ful)