Arca Muncul dari Tanah Tebu: Kisah Mistis Penemuan di Tondowongso Gurah

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Suasana sunyi sawah tebu di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mendadak berubah setelah ditemukannya sebuah arca kuno yang tersangkut bajak traktor. Namun, lebih dari sekadar temuan arkeologis, cerita di balik arca ini menyimpan sisi mistis dan kejadian tak masuk akal.

Arca dengan lebar 47, tebal 38, tinggi 74 centimeter tersebut ditemukan setelah seorang sopir traktor tanpa sengaja membajak sebuah batu besar yang tertanam di tengah lahan. Sejak insiden itu, sang sopir jatuh sakit selama tiga hari demam tinggi, kepala panas, dan pikirannya kacau. Dalam kondisi bingung, ia terus-menerus merasa terdorong untuk kembali ke lokasi tersebut.

Pada hari ketiga, sopir itu mengajak Pak Tarmuji, warga Dusun Tiru lor, dan istrinya untuk melihat batu yang membuatnya gelisah. Saat mereka gali lebih dalam, ternyata itu bukan batu biasa, melainkan arca kuno yang terkubur di kedalaman sekitar setengah meter, Jum’at petang (20/6/2025) 

pasang iklan_rev3

“Saya diajak ke lokasi, katanya ada batu yang bikin dia enggak enak badan. Setelah dilihat, ternyata arca. Posisi kepalanya di bawah, seperti sudah lama terkubur,” ungkap Tarmuji, Sabtu (21/2025) 

Yang membuat cerita ini makin menggetarkan, beberapa hari sebelum penemuan, Tarmuji mengaku sering melihat sosok tinggi besar berjalan dari barat ke timur, lalu menghilang ke arah utara tepat ke arah lokasi arca. Ia bahkan sempat mengira sosok itu adalah istrinya, tapi setelah ditunggu berjam-jam, sosok itu tak pernah kembali.

Lebih aneh lagi, warung gorengan miliknya yang terletak tak jauh dari lokasi penemuan arca, tiba-tiba mengalami lonjakan pembeli yang luar biasa.

“Selama empat hari berturut-turut, dagangan saya laris lima kali lipat dari biasanya. Enggak sempat duduk, terus menggoreng,” ujarnya sambil tersenyum.

Tersentuh oleh kejadian yang dialaminya, Tarmuji memandikan arca tersebut dengan air bunga dan membakar dupa sebagai bentuk penghormatan. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih.

“Ibaratnya, arca ini sudah lama tertimbun, lama enggak diperhatikan. Saya bersihkan, saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah memberi berkah dan kesehatan untuk warga di sini,” ujarnya haru.

Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi penemuan ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa arca telah diamankan sementara oleh pihak desa untuk menjaga keutuhan dan keselamatannya.

“Penemuan ini akan kami tindak lanjuti bersama tim Balai Pelestarian Kebudayaan. Kami mengimbau warga agar tidak memindahkan atau mengubah posisi temuan sebelum proases kajian selesai. Arca seperti ini merupakan bagian penting dari warisan sejarah kita,” ujarnya.

Arca Bermuka Empat: Diduga Sosok Brahma dari Masa Kahuripan

Sementara itu, Eko Priyatno, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, mengungkap bahwa arca ini memiliki empat muka dan diduga kuat merupakan arca Brahma.

“Letaknya sekitar 300 meter dari Situs Tondowongso. Berdasarkan karakteristiknya, arca ini kemungkinan besar berasal dari masa Kerajaan Kahuripan, sekitar abad ke-10 hingga 11 Masehi. Sangat mungkin merupakan bagian dari kompleks percandian Tondowongso,” jelasnya.

Penemuan ini kembali memperkuat posisi Tondowongso sebagai situs penting dalam peta sejarah Jawa Timur, setelah sebelumnya ditemukan berbagai struktur candi dan artefak yang dikaitkan dengan masa pemerintahan Airlangga.

Masyarakat sekitar diminta untuk tidak memindahkan atau mengubah posisi temuan, serta melaporkan temuan serupa kepada pihak berwenang demi pelestarian warisan budaya bangsa. (das) 

No More Posts Available.

No more pages to load.