Kediri, ArahJatim.com – Rencana pemberangkatan jamaah haji dari Bandara Internasional Dhoho Kediri pada musim haji 1447 H/2026 mendatang menuai respons positif. Wacana ini pertama kali disampaikan Gubernur Jawa Timur, dan kini mendapat dukungan dari anggota DPR RI hingga Kementerian Agama.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, KH. An’im Falachudin Mahrus, M.Pd, menyatakan antusiasmenya. Menurutnya, Bandara Dhoho yang sudah bertaraf internasional sangat layak dijadikan embarkasi haji.

Namun, ia mengingatkan pentingnya menyiapkan fasilitas pendukung, terutama tempat penampungan jamaah.
“Di Jogja pun meski belum ada asrama haji, jamaah bisa ditampung di hotel-hotel sekitar dengan biaya lebih murah daripada membangun asrama yang perawatannya mahal. Di Kediri juga bisa memanfaatkan hotel atau bahkan aset perumahan yang kosong, seperti milik Gudang Garam, untuk menampung jamaah,” ujarnya usai acara Sosialisasi Haji 1447 H/2026, di Aula Muktamar Lirboyo Kota Kediri, Selasa (19/8/2025).
Sementara itu, Rudy Nuruddin Ambary, Direktur Pengawasan, Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Haji Dalam Negeri, menegaskan bahwa penggunaan Bandara Dhoho sebagai embarkasi masih dalam tahap kajian. Kementerian Agama sudah melakukan survei, namun masih ada catatan terkait kesiapan fasilitas pendukung.

“Secara bandara, Dhoho sudah internasional. Tapi yang harus dipikirkan adalah fasilitas penunjang seperti akomodasi. Membuka embarkasi baru butuh tenaga, sistem, dan integrasi yang tidak sederhana. Untuk tahun ini kami masih fokus pada pola yang ada. Kalau semua persyaratan terpenuhi, Insyaallah tahun depan bisa digunakan,” jelasnya.
Rudy juga menyebut, keberadaan Bandara Dhoho akan sangat membantu jamaah, terutama dari wilayah Kediri, Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya, karena tidak perlu lagi berangkat jauh ke Solo atau Surabaya.
Meski masih menunggu keputusan resmi, baik pemerintah daerah maupun pusat sepakat bahwa hadirnya embarkasi haji di Kediri akan mempercepat layanan dan memudahkan masyarakat. (das)










