Jember, ArahJatim.com Mengantisipasi darah rusak karena salah penanganan, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jember menerapkan sistem distribusi darah tertutup. Dengan sistem ini, darah di drop petugas langsung ke rumah sakit untuk melayani donor darah. PMI Jember juga bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit untuk meningkatkan layanan sistem tersebut.
Wakil Ketua PMI Jember dr Hari mengatakan, cara distribusi tersebut ditempuh agar penerima donor mendapatkan pelayan yang mudah, aman dan nyaman.
“Keluarga pasien tidak perlu datang ke UDD PMI Jember, karena nanti akan dilayani langsung oleh pihak rumah sakit, atau dari petugas kami yang mengirim darah ke rumah sakit”, kata de Heri. Menurutnya, pasien bisa meminta darah kepada rumaah sakit yang telah bekerjasama dengan PMI Jember. Rumah sakit tersebut harus memenuhi persyaratan memiliki sarana penyimpanan darah.
Bila keluarga pasien datang langsung ke UDD PMI Jember untuk mengambil darah, dikhawatirkan penanganan selama perjalanan tidak aman.
“Misalnya jarak terlalu jauh, kantong darah jatuh, guncangan atau kekurangpahaman sehingga darah tidak segera tiba ke rumah sakit. Ini akan membuat darah akan rusak”, jelas dr Hari. Darah yang berada di rumah sakit juga bisa dipindah ke rumah sakit lainya sesuai permintaan penerima donor. Dengan demikian tidak ada darah yang disimpan di rumah sakit yang kadaluwarsa.
PMI Jember melayani kebutuhan darah di Jember, selain itu juga wilayah Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang. Meski di daerah luar Jember tersebut juga ada UDD PMI,namun kemampuan memproduksi darah tidak sebanyak di Jember. Dalam satu bulan PMI Jember mampu memproduksi 3000 – 3500 kantong darah, 70 persen dari pendonor mobil bergerak, sisanya 30 persen dari pendonor langsung ke UDD. Darah tersebut didapatkan dari relawan serta peran serta masyarakat.
Pihak PMI Jember memastikan darah yang didistribusikan telah melewati proses pemeriksaan dan penanaganan yang baik melibatkan sejumlah dokter yang kompeten.
“Ketersediaan darah aman dan berkesinambungan menggunakan peralatan modern, darah bebas penyakit karena kita memiliki alat untuk mendeteksi penyakit”, jelas dr hari. Ditambahkan, Kebutuhan akan darah dari tahun ke tahun memiliki kecenderungan meningkat. (NSL)












