
Kediri, ArahJatim.com – Festival Dhahar Durian Medowo telah usai. Namun berbagai macam keseruan acaranya masih membekas di hati para pengunjung. Beberapa bercerita mengenai kegembiraan saat perjuangan mendapatkan durian. Ada pula mengenai sesak dan macetnya sepanjang jalan menuju lokasi tumpeng durian.
Seperti dituturkan Bagyo, dirinya datang ke festival ini bersama rekan-rekan sesama komunitas sepeda gunung dengan mengayuh sepeda angin dari Kota Kediri. Dirinya berangkat dari Kediri sejak subuh dan sampai Medowo sudah terjebak macet.
“Ternyata yang datang lebih pagi dari saya sudah banyak. Sampai di sini sudah macet. Untung kami naik sepeda onthel. Waktu terjebak macet, sepeda kami gotong melewati kendaraan-kendaraan yang terjebak macet. Hahaha,” ujarnya sambil tertawa.
“Semoga acara seperti ini diadakan lagi tahun depan. Benar-benar bagus untuk promosi wisata Medowo. Nanti tahun depan saya datang ngajak teman komunitas sepeda dari luar kota,” ujarnya kepada Kominfo, (24/2).
Demikian juga diceritakan Hartutik, salah satu pengunjung dari Kota Kediri yang datang di menit-menit akhir pembagian durian gratis. Dikisahkan Hartutik, dirinya sudah berangkat dari rumah sejak pukul setengah tujuh pagi bersama keluarga. Namun sampai di lokasi pukul delapan pagi, dirinya sudah terjebak macet hingga tiga kilometer dari pintu masuk Desa Medowo.

Hartutik mengayuh sepeda dengan kecepatan merayap. Menempuh jarak tiga kilometer selama satu jam hingga menyentuh pintu batas masuk Desa Medowo. Beruntung dirinya masih berkesempatan mendapat kupon di menit-menit akhir. Sehingga akhirnya kesampaian juga merasakan durian Medowo yang dikatakan olehnya rasanya mantap.
“Durian Medowo memang spesial menurut saya. Rasanya manis dan mantab. Capek [karena] macet tadi terbayarkan sudah setelah memegang buah durian. Dinikmati rasanya mantab dan sip,” tuturnya. (Kominfo)











