Paslon Tak Lolos Verifikasi, Pendukung Lisminingsih-Teteng Gelar Aksi Damai

oleh -
Puluhan warga menggelar aksi damai di depan kantor Bawaslu Kota Blitar, Minggu (6/9/2020). Mereka menuntut sengketa pilkada segera diputuskan. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Independen mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar, Minggu (6/9/2020). Mereka melakukan aksi unjuk rasa terkait hasil rekapitulasi bakal pasangan calon (Bapaslon) perseorangan Pilwali Kota Blitar 2020, Lisminingsih-Teteng.

Dengan membawa poster “Loloskan Lisminingsih-Teteng, Siapa Dalang Dibalik KPU”, para demonstran melakukan orasi bernada kekecewaan terhadap KPU Kota Blitar. Para pendemo kecewa atas keputusan KPU Kota Blitar yang tidak meloloskan pasangan bakal calon independen yang mereka usung yaitu Lisminingsih-Teteng.

“Kami dari Forum Peduli Independen sejalan dengan keputusan Lis-Teng menyatakan keberatan terhadap terbitnya surat keputusan berita acara KPU Kota Blitar tersebut,” ungkap Soedarmanto Korlap aksi.

Sementara kuasa hukum Lisminingsih, Oyik Wahyu mengatakan, dalam proses verifikasi faktual yang dilakukan oleh pihak KPU, pihaknya menemukan banyak kejanggalan.

“Kejanggalan yang kami temukan seperti nama-nama pendukung Lis-Teng berjumlah 189 orang yang tidak masuk DPT/DP4. Padahal mereka tercatat sebagai penduduk wilayah Kota Blitar. Oleh karena itu Lis-Teng dirugikan, karena nama-nama tersebut tidak diikutkan verifikasi faktual sebagaimana mestinya,” terang Oyik Wahyu, kuasa hukum Lisminingsih.

Adanya hasil verifikasi faktual perbaikan yang berisi 897 pendukung dengan status TMS atau Tidak Memenuhi Syarat. Namun tidak ada alasan yang jelas terkait hal itu oleh KPU sehingga pasangan Lis-Teng dirugikan sejumlah 897 angka.

“Ketidakcocokan hitungan yang dilakukan oleh Lis-teng dengan PPS di sebagian tempat dengan perbedaan total 255 dukungan. Sehingga ada kerugian dukungan sejumlah tersebut. Tidak dilakukannya verifikasi administrasi dengan cara membandingkan tanggal bagi orang yang mendukung lebih dari satu bapaslon,” tambah Oyik.

Sementara salah seorang komisioner Bawaslu Kota Blitar, Abdul Aziz mengatakan, saat ini pihaknya mengadakan Musyawarah terbuka untuk mencari kesepakatan antara pihak pemohon dan termohon.

“Hasil dari musyawarah ini, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada KPU, dan agar menjadi pertimbangan pihak KPU,” ujar Abdul Aziz, komisioner Bawaslu Kota Blitar. (mua)