Kediri, ArahJatim.com – Tiga bulan berjalan, program perintisan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dalam kunjungannya, Gus Ipul tak segan menyebut para siswa di sekolah berasrama ini istimewa karena kegigihan mereka beradaptasi, meski berasal dari latar belakang keluarga yang beragam.
Sekolah Rakyat Kediri, yang mulai beroperasi sejak 14 Juli lalu, adalah bagian dari 63 titik inisiatif nasional. Program ini bertujuan membuka pintu akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terpinggirkan dari pembangunan.
”Anak-anak kita istimewa, karena mereka datang dari berbagai daerah dan latar belakang, lalu harus menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan berasrama,” ujar Gus Ipul saat berdialog di Gedung BPKASN Kediri, Jumat 10 Oktober 2025. “Alhamdulillah, sekarang mereka sudah mulai nyaman dan bisa mengikuti proses belajar dengan baik.”
Target Ekspansi Tiga Jenjang
Menteri Sosial juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh tenaga pendidik. “Saya berterima kasih kepada kepala sekolah, para guru, serta wali asrama yang dengan sabar mendampingi anak-anak agar bisa beradaptasi dan belajar dengan baik,” tambahnya.
Ke depan, Gus Ipul berharap Sekolah Rakyat Kediri dapat bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang lengkap.
”Tahun depan, mudah-mudahan sudah ada gedung baru agar bisa menampung lebih banyak siswa, dan mencakup tiga jenjang sekaligus — SD, SMP, dan SMA. Saat ini, yang berjalan baru untuk jenjang SMA,” ungkapnya.
Strategi Nasional untuk Anak Rentan
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pemerataan pendidikan. Data BPS mencatat, lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia belum atau tidak bersekolah. Sekolah Rakyat hadir sebagai strategi khusus untuk memastikan mereka mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan berkualitas.
Tahun ini, komitmen pemerintah semakin kuat. Gus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial bersama Kementerian PUPR akan membangun 104 Sekolah Rakyat baru di seluruh Indonesia.
”Khusus untuk Kediri, jika lahan yang disiapkan oleh pemerintah daerah sudah clear and clean, maka proses pembangunan bisa segera dimulai,” pungkasnya, menandakan percepatan pembangunan infrastruktur demi masa depan pendidikan anak-anak rentan. (das)










