Mbak Wali Paparkan 9 Tatanan Kota Sehat dalam Verifikasi Nasional 2025

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com — Pemerintah Kota Kediri kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kota yang sehat, nyaman, dan inklusif. Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Wali, dalam kegiatan Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional 2025, Rabu (6/8), yang digelar secara daring dari Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali memaparkan inovasi unggulan bertajuk GEMPITA — Gerakan Efektif Mitra Pentahelix Inklusif dan Terpadu untuk Aksi Sehat. Gerakan ini menjadi payung besar dari berbagai program yang telah dilakukan Kota Kediri menuju penghargaan Swasti Saba Wistara, predikat tertinggi dalam program Kota Sehat.

“Sejak 2001 kami sudah membentuk Forum Kota Sehat. Ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas dalam mewujudkan kota yang benar-benar sehat,” ujar Mbak Wali.

pasang iklan_rev3

9 Tatanan Kota Sehat yang Digarap Serius

Mbak Wali membeberkan secara sistematis sembilan tatanan yang menjadi indikator kota sehat. Mulai dari Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri, Kota Kediri menggagas inovasi “Satu Puskesmas Satu Dokter Spesialis Anak” untuk penanganan stunting, hingga penguatan pangan lokal lewat program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan gerakan Gemarikan.

Di Permukiman dan Fasilitas Umum, Kota Kediri telah menerapkan sistem sampah terpilah, jalur pedestrian dan difabel, serta sanitasi berkelanjutan lewat IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja). Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) juga terus dilakukan untuk warga berpenghasilan rendah.

Sekolah Sehat pun menjadi perhatian. Tak hanya zona bebas rokok dan sekolah ramah anak, berbagai inovasi juga tumbuh seperti eco brick, kompos, teh bunga telang, hingga Gerakan Makan Bergizi Bersama (Gemasbersa). Kota Kediri juga mendorong pendidikan inklusi di sejumlah sekolah.

Pasar tradisional pun tak luput. Di tatanan Pasar Sehat, Pasar Pahing dilengkapi Pos UKK (Upaya Kesehatan Kerja), ruang laktasi, sistem 3R, dan menjadi sarana edukasi kesehatan bagi pelajar.

Tatanan Perkantoran dan Industri Sehat juga ditunjukkan melalui pembinaan pelaku IKM dalam pemenuhan NIB, PIRT, sertifikat halal, dan K3. Lingkungan kerja juga didorong bebas asap rokok.

Dalam hal Pariwisata Sehat, Kota Kediri mendorong destinasi wisata yang bersih dan ramah melalui pendampingan FKKS dan pengelola wisata. Sedangkan untuk Transportasi Sehat, Terminal Tamanan kini telah memenuhi standar nasional, dengan dukungan sistem ATCS, uji emisi, dan jalur pejalan kaki yang inklusif.

Untuk aspek Perlindungan Sosial, Kota Kediri menggandeng LKSA An-Nur dan LKSA Mutiara Gemilang yang tidak hanya menyediakan layanan dasar, tapi juga pendampingan karakter dan keagamaan bagi anak-anak.

Terakhir, dalam Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, meski relatif aman, Kota Kediri tetap siaga dengan program Destana (Desa Tangguh Bencana), serta inovasi pengaduan cepat “Lapor Mbak Wali 112” yang aktif 24 jam.

“Kami mohon arahan dan masukan dari para verifikator agar Kota Kediri bisa terus tumbuh menjadi kota yang nyaman, aman, bersih, dan sehat,” tutup Mbak Wali penuh optimisme.

Verifikasi Dihadiri Tim Tingkat Nasional dan Provinsi

Hadir dalam kegiatan ini Tim Verifikator Kabupaten/Kota Sehat Nasional, Tim Pembina Kota Sehat Provinsi Jawa Timur, Sekda Kota Kediri Bagus Alit, Kepala Bappeda Chevy Ning Suyudi, Kadinkes Muhammad Fajri, sejumlah kepala OPD, Forum Kota Sehat Kediri, Forum Komunikasi Kelurahan Sehat, Pokja Kelurahan Sehat, serta Tim Penggerak PKK Kota Kediri.

No More Posts Available.

No more pages to load.