Rel yang Menyimpan Warisan: Ikhtiar Daop 7 Madiun Menjaga Aset Negeri

oleh -
oleh

Madiun, ArahJatim.com – Di balik deru roda kereta yang melintas tiap hari, ada jejak panjang yang sering luput dari perhatian: lahan-lahan kosong di samping rel, bangunan tua di pojok stasiun, hingga rumah-rumah perusahaan yang kini perlahan menua. 

Semua itu bukan sekadar “aset”, tapi juga warisan. Warisan yang tak hanya menyimpan nilai ekonomi, tapi juga sejarah, memori kolektif, bahkan identitas bangsa.

Kamis pagi (24/7) di Kota Madiun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar sebuah forum penting: seminar bertajuk “Legalitas Kuat dan Pengelolaan Aset PT KAI yang Hebat”. Bukan seminar biasa, melainkan ajang menyatukan persepsi: bahwa menjaga aset negara bukan hanya soal angka dan sertifikat, tapi juga soal tanggung jawab antargenerasi.

pasang iklan_rev3

“Aset-aset ini, seperti rumah perusahaan atau lahan di pinggir rel, banyak yang punya nilai historis dan potensi ekonomi. Kita harus jaga, kelola, dan manfaatkan sebaik mungkin,” kata Suharjono, Vice President Daop 7 Madiun.

Ia bicara bukan hanya sebagai pejabat KAI, tapi sebagai pewaris amanah. Aset yang dimaksud tersebar di berbagai daerah: Madiun, Nganjuk, Ponorogo, Kediri, Blitar, Tulungagung, Jombang, dan sebagian besar diam, terlupakan.

Di sinilah peran sejarah bicara. Dr. Harto Juwono, sejarawan dari Universitas Sebelas Maret, mengingatkan pentingnya Grondkaart dan Rigtingskaart, dua dokumen tua yang dulu menjadi bukti sah kepemilikan tanah oleh perusahaan kereta api.

“Grondkaart bukan cuma peta, tapi saksi sejarah. Ini bukti yuridis yang menyatukan masa lalu dan masa depan,” tuturnya.

Seminar ini menjadi ruang belajar dan bertukar pandangan. Hadir pula akademisi dari Universitas Brawijaya, Dr. Hamidi Masykur, yang membedah aspek legal dan tata kelola pemanfaatan aset agar sesuai hukum.

PT KAI sadar, aset bukan hanya soal properti—tapi juga peluang. Peluang menciptakan ruang usaha baru, perkantoran, bahkan ruang publik yang memberi manfaat bagi warga. Tapi itu semua tak akan tercapai tanpa pemahaman yang kuat dan sinergi lintas sektor.

“Kita ingin bangun sinergi dengan pemerintah, akademisi, dan mitra usaha. Agar aset-aset ini hidup kembali dan memberi manfaat untuk masyarakat,” ujar Suharjono.

Langkah Daop 7 Madiun adalah ajakan untuk melihat ulang. Bahwa lahan kosong di balik pagar stasiun itu mungkin bukan lahan biasa—melainkan tapak sejarah, dan mungkin juga, tapak masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.