Kediri, ArahJatim.com – Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil 3 Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi dari Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar ngobrol asyik dan santai (Ngobras) dengan media tentang Problem Lingkungan terutama Kurangi Sampah Masuk di TPA Klotok. di Balok Kayu Cafe Jalan Raung 17 Mojoroto Kota Kediri, Jumat (26/1/2024).
Menurut Imam Wihdan Zarkasyi persoalan sampah di Kota Kediri ini merupakan tanggung jawab kita bersama, memang problem lingkungan itu tidak selesai dalam waktu dekat, jadi kita pastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya perbaikan dari lingkungan itu harus berjalan secara terus-menerus, kita mesti kerjakan sama-sama dan mesti bersama-sama.
” yang paling kurang, saya melihat dari kota Kediri ini dari keterlibatan masyarakat atau partisipasi dari masyarakat itu masih kurang, padahal sebenarnya problem lingkungan itu sebenarnya bisa selesai, karena masalah itu yang merasakan diri kita sendiri, dan sekaligus mendorong masyarakat agar pengelolaan sampah berkelanjutan bisa menjadi manfaat keuntungan atau cuan.” ujar Imam” ujar Imam
Masalahnya apa jika kita tidak peduli dengan sampah, apabila dibiarkan saja tanpa ada pengelolaan akan menimbulkan berbagai macam masalah baik itu masalah lingkungan fisik, kesehatan manusia, keindahan estetika, dan masalah sosial.Â
Imam menambahkan untuk mengatasi volume sampah yang semakin meningkat, maka pengelolaan sampah sangat dibutuhkan.
“Seharusnya masyarakat kita dorong supaya bersama-sama mengerjakan artinya pemerintah atau pihak lain harusnya memberikan fasilitas dan mengarahkan supaya partisipasi masyarakat terarah dan benar-benar tepat sasaran, “terangnya.
Imam yang identik pakai topi koboi menjelaskan, bahwa potensi penumpukan sampah itu bisa kurangi di Kota Kediri setidaknya punya 8 TPS3R yang harusnya bisa aktifkan dan maksimalkan kerjanya.
Idealnya di Kota Kediri dengan adanya 8 TPS3R, sehingga mengurangi sampah yang masuk TPA Klotok. Kalau di Kecamatan Mojoroto ada 14 Kelurahan harusnya minimal tiap Kelurahan ada TPS3R.
Seperti, TPS3R yang ada di Kelurahan Banjarmlati bisa mengerjakan hampir 2 ton. Masyarakat harus kita dorong dan perlu regulasi serta payung hukum dalam pengelolaan sampah di TPS3R.
Keberadaan TPS3R di Banjarmlati yang merupakan pilot project setidaknya tinggal mereplikasi saja. Artinya keberhasilan dan kesuksesan yang sudah dijalankan TPS di Banjarmlati. Tidak terlalu susah karena sudah ada contoh dan sudah ada polanya yang dikerjakan di TPS tersebut.
Politisi dari partai golkar itu, menuturkan, Ia sudah berkecimpung di swasta, “kita kembangkan dan didorong tentang IPSD (Instalasi Pengolah Sampah Domestik) untuk dijadikan maggot dan membuat komposting serta sampah plastik yang tidak terolah, kita jadikan bahan bakar sisa plastik untuk pabrik-pabrik yang membutuhkan pemanas, “pungkasnya. (das)










