Pamekasan, Arahjatim.com – Viralnya video pembubaran Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk Guru Paud se-Pamekasan oleh Polsek Larangan, Senin (05/09/2022), yang sempat menyita perhatian semua pihak.
Akhirnya pada hari selasa malam tanggal 06/09/2022, 12 pimpinan instansi bertemu untuk menyelesaikan persoalan tersebut di Resto Lantai II Hotel Front One, Jalan Jokotole, Kota Pamekasan.
Didalam acara tersebut juga hadir Kapolres Pamekasan AKBP. Rogib Triyanto, Ketua Dewan Pendidikan (DP) Sahibuddin, Kadisdikbud Akhmad Zaini, Ketua Himpaudi Heriyanto, sejumlah Pimpinan DPRD, Ketua PWI, IGTKI, IGI, GOPTKI dan sejumlah pihak lain yang terkait serta tercipta lima kesepakatan Bersama uan tersebut melahirkan lima hal.
“Pertama, Kapolres Pamekasan AKBP. Rogib Triyanto secara kelembagaan dan institusi menyampaikan permohonan maafnya, Kedua terkait persoalan antara Himpaudi dan Polres Pamekasan dinyatakan sudah selesai, dan forum pertemuan tersebut menjadi ruang konsultasi tentang pelaksanaan beberapa kegiatan kedepannya, Ketiga, Himpaudi Pamekasan mengaku kurang memahami tentang perijinan terkait pelaksanaan kegiatan, karena Himpaudi beranggapan bahwa setiap kegiatan pendidikan adalah aktivitas normal tanpa perlu adanya pemberitahuan atau laporan kepada pihak terkait, Keempat, Polres bersama-sama dengan Himpaudi, IGTKI, PGRI dalam hal pelaksanaan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ke depan akan memfasilitasi hadirnya Polwan sebagai salah satu fasilitator dan yang Kelima, Polres membuka ruang selebar-lebarnya untuk Himpaudi dalam menggelar pembelajaran tentang dunia Polri, seperti siswa PAUD bisa berkunjung ke Polres atau Polsek jajaran yang ada diPamekasan,” tegas Kapolres Pamekasan.
Sementara Ketua Himpaudi, Heriyanto menegaskan “Bahwa pihaknya selama ini tidak mengetahui terkait hal perizinan dalam menggelar suatu kegiatan, karena selama ini pihaknya mengira semua program kegiatan sudah inklud dengan perizinannya”, ujarnya.
“Terkait perihal pengusiran yang dilakukan oleh Polsek larangan, pihaknya meminta semua pihak tenang dan bersikap arif bijaksana, karena hal tersebut dikarenakan ketidak tahuan pihaknya jika masih memerlukan ijin serta ini semua murni miskomunikasi”, tutupnya.
“Saya harap dengan adanya kejadian ini, semua pihak tetap tenang dan mari kita semua tetap jaga kondusifitas diPamekasan, karena kita semua tadi sudah saling memaafkan dan mari kita jadikan ini sebagai momentum dalam memajukan pendidikan diKabupaten Pamekasan kedepannya. Mari jadikan ini sebagai meningkatkan kuantitas maupun kualitas komunikasi kami untuk kedepannya dalam berkordinasi kedepannya”, ajakan Kadissikbud”, ajakan Kadissikbud, Akhmad Zaini.(ndra)










