DPRD Kota Surabaya Sambut Kedatangan Pangeran Lingkungan Hidup

oleh -
oleh

Surabaya, ArahJatim.com – Kedatangan Finalis Pangeran Lingkungan Hidup Surabaya, Husnu Alkaisar Jabbar Tuhardi ke Kantor DPRD Kota Surabaya disambut Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono di ruangannya, Selasa (16/8).

Kedatangan Bocah kelas 5 SDN Kaliasin I Surabaya itu guna memenuhi undangan Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo sekaligus mengunjungi Ketua DPRD Kota Surabaya.

Dalam pertemuannya dengan Ketua DPRD Kota Surabaya, Kaisar menjelaskan mengenai pengelolaan sampah yang menghasilkan produk pupuk kompos, pre pupa dan kompos dari Maggot.

pasang iklan_rev3

“Saya berterimakasih kepada bapak sudah menerima kedatangan kami dengan ayah dan bunda,” kata Kaisar kepada Adi, Selasa (16/8).

Kaisar menyebut jika hingga saat ini dirinya sudah melakukan pengelolaan sampah organik yang dihasilkan dari restoran, hotel, dan pasar se-Surabaya.

“Saya sudah membina beberapa pasar seperti Keputran dan , sisanya beberapa resto dan hotel yang saya ambil limbahnya untuk dijadikan makanan Magggot,” ungkap Kaisar.

Metode pengolahan sampah organik ini, sebut Kaisar, ia terinspirasi dari Takakura yang berhasil menemukan cara untuk mengolah sampah organik, yaitu salah satu cara pembuatan kompos dengan mendaur ulang sampah organik dapur. Bahan yang digunakan untuk pembuatannya adalah berbagai sisa potongan sayuran, sisa buah-buahan, nasi basi dan daun-daunan.

Hingga saat ini Kaisar telah memiliki Maggot sebanyak 242 kilogram. Dan dari situ, kebutuhan makan Maggotnya bisa 4 kali lipat dari berat badannya.

“Jadi saya butuh sampah sekitar 600 sampai 800 kilo sehari untuk makanan Maggot,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh Kaisar. Adi mengatakan hal itu sangat luar biasa untuk anak seumuran Kaisar sendiri.

“Kita akan selalu mendukung aktifitas yang dilakukan Kaisar. Kami akan dukung dan kawal terus apa yang dilakukan oleh Ananda Kaisar,” sebut Adi.

“Kami akan selalu support agar Kaisar dapat menjadi pendekar lingkungan hidup kelak,” pungkasnya.

Sementara itu, Cahyo Siswo Utomo mengatakan jika Kaisar merupakan anak muda Surabaya yang inspiratif. Inovasinya bisa dicontoh oleh warga Surabaya.

“Luar biasa sekali perannya, baik itu di kampung-kampung binaannya, kemudian pasar juga. Agar sampah itu tidak sekedar menjadi sampah, agar menjadi sesuatu yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Cahyo menambahkan, membangun bangsa salah satunya dengan menjaga lingkungan hidup. “Bagi kami DPRD Kota Surabaya mendukung semua apa yang telah dilakukan oleh Kaisar,” imbuhnya.

Mengenai program Zero Waste (bebas sampah), Cahyo mengatakan cukup optimis. Namun pondasi awal yang harus dibangun ialah kesadaran warga Surabaya mengenai sampah.

“Tidak hanya membuang sampah sembarangan, tapi juga membuang sampah pada tempatnya. Jika nanti bisa dipilah, pilahannya tadi bisa diolah seperti yang dilakukan oleh Kaisar,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.