Policy Brief Plato Foundation Libatkan Masyarakat Secara Langsung Atasi Narkoba

oleh -
oleh

Surabaya, ArahJatim.com – Lembaga pencegahan, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan masyarakat, Plato Foundation menggelar workshop Penyusunan Policy Brief Penguatan Skema Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Masyarakat di Hotel Grand Darmo, Kamis (10/3).

Latar belakang diselenggarakannya workshop tersebut ialah bagaimana upaya pencegahan dan deteksi dini dalam upaya menekan pertumbuhan penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

“Penyusunan policy brief nantinya kita akan melibatkan masyarakat untuk mencegah narkoba. Itu tidak hanya dalam bentuk paper, tapi juga foto dan video,” ujar Direktur Plato Foundation Dita Amalia.

pasang iklan_rev3

Dita melanjutkan, keterlibatan masyarakat dalam menekan angka pertumbuhan penyalahgunaan narkoba dirasa sangat perlu, hal itu lantaran pengguna narkoba selama ini hidup berdampingan dengan masayarakat sekitar.

“Jadi masyarakat itu jadi punya peran vital untuk memberantas narkoba, nantinya dengan role model yang berbeda-beda, bisa disesuaikan,” imbuhnya.

Hal senada diucapkan oleh Ria Damayanti, yang merupakan pembina dari Plato Foundation. Bunda Ria (sapaan akrabnya) menytakan jika penerapan skema di masyarakat nantinya mungkin saja akan berbeda di masing-masing wilayah.

“Perbedaan skema di masyarakat terserah, yang penting outputnya tercapai yaitu memberantas narkoba,” katanya.

Kata Bunda Ria, skema itu nantinya disesuaikan dengan keputusan Walikota Surabaya tentang tim terpadu pencegahan dan pemberantas narkoba di surabaya.

“Kita tinggal melihat kerangka itu tinggal dimasukkan dengan skemanya bapak ibu yang akan diterapkan,” jelasnya.

Menanti Dukungan Pemerintah Turun Tangan Menambah Koalisi Anti Narkoba

Sebelumnya, pada tahun 2017 dan 2019, Community Anti-Drug Coalitions of America (CADCA) bekerjasama dengan Plato Foundation dan didukung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengembangan koalisi binaan pada 4 kelurahan di Surabaya, yaitu Kelurahan Putat Jaya, Menanggal, Pagesangan dan Kebonsari.

Masing-masing koalisi dapat melakukan kegiatan pencegahan narkoba di lingkungannya untuk menyampaikan informasi dan edukasi seputar narkoba kepada seluruh elemen masyarakat.

“Sementara ini koalisi yang terbentuk masih 4 di Surabaya, yang diawali dengan Kelurahan Putat Jaya, karena daerah ini cukup riskan penyalahgunaan narkoba,” kata Dita.

Tentang Keputusan Walikota Surabaya nomor 188.45 / 248 / 436.1.2 / 2019 tentang Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Kota Surabaya, Dita berharap dukungan dan peran pemerintah untuk bisa membantu mencegah penyebaran narkotika.

“Tentu kita sangat berharap pemerintah Kota Surabaya bisa turun tangan membantu, nantinya bisa menambah koalisi di daerah lain dengan support pemerintah,” jelasnya.

Merubah Kesadaran Masyarakat

Sementara, salah satu ketua koalisi Kelurahan Putat Jaya, Sukro mengatakan jika perlahan pemikiran masyarakat sudah ke arah yang positif. Meski dulunya terksean mengesampingkan moral.

“Karena kan dulunya biasa jadi germo, susah merubah mindset mereka. Mereka hanya mencari uang saja. Kesadaran masyarakat disana muncul dengan kreatifitas baru,” terangnya.

Sukro mengatakan, sampai saat ini masih banyak lokasi yg dipakai transaksi narkotika. “Kami sudah melibatkan banyak elemen untuk menangani ini. Anak-anak kecil SD bahkan menjadi perhatian kita, karena sudah ada kejadian. Mungkin salah satunya karena bosan sekolah online,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.