Kediri, ArahJatim.com – Hanindhito Himawan Pramono atau biasa dipanggil Mas Dhito Calon tunggal Bupati Kediri tahun 2020, terus aktif berkampanye dan bersafari, seperti pada hari Selasa ini (24/11) melakukan kunjungan ke pengurus Thoriqoth Se Kabupaten Kediri, yang bertempat di Pondok Pesantren Sabilil Huda di Dusun Bukaan Desa Keling Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
Seusai pertemuan Mas Dhito mengatakan jamaah Ikatan Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsabandiyah (ITQON) Se-Kabupaten Kediri memberikan mendukung kepada Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Mariya Ulfa.
Selain menampung berbagai masukan terkait pengembangan ponpes di Kabupaten Kediri, Putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung memaparkan sejumlah program untuk ponpes di Kabupaten Kediri, apabila nantinya berhasil menjabat sebagai Bupati Kediri.
Diantaranya, insentif (Bisyaroh) untuk guru ngaji dan guru madin, pesantrenpreunership serta bantuan hibah operasional ponpes.
“Ada satu hal yang saya pelajari dari thoriqoh yaitu belajar untuk ikhlas, lalu yang berikutnya tadi thoriqoh minta untuk dibuatkan ada kawasan-kawasan pondok pesantren,” ungkap Mas Dhito.
“Itu masukkan yang cukup baik tapi saya harus bicara dengan para tokoh agama maupun alim ulama yang ada di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Sementara itu, KH Abdul Muhaimin Jawahiri, Pengasuh Ponpes Sabilil Huda yang juga sebagai Ketua DPD ITQON Kabupaten Kediri mengatakan, sebagai Umat Islam, untuk memilih pemimpin itu hukumnya wajib, bahkan walaupun itu bukan golongan kita.
“Di Kediri ini adanya cuma Mas Dhito yang muncul, maka kita harus memilih Mas Dhito, masa kita milih bumbung kosong,” tuturnya.
KH Abdul menerangkan, “Sebagai orang Islam kita memilih pemimpin itu hukumnya wajib, jadi satu kelompok itu lebih baik ada pemimpinnya, daripada tidak ada pemimpinnya.”
“Maka saya disini merasa mempunyai beban untuk memberikan pengertian pada orang-orang, kita harus punya pemimpin,” lanjutnya.
KH Abdul mengkhawatirkan kondisi yang terjadi jika tak ada pemimpin. “Pemerintah sendiri kalau ini nanti tidak ada pemimpinnya, program juga tidak akan bisa sampai di daerah, kan ya kasihan pada jamaah-jamaah kita,” urainya (das)










