Pamekasan, ArahJatim.com – Layanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Batumarmar, Kabupaten Pamekasan ditutup selama 14 hari setelah tujuh tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif Covid-19. Tujuh tenaga kesehatan Puskesmas di salah satu Kecamatan Pantura Pamekasan ini menambah jumlah pasien positif Covid-19 di Kecamatan Batumarmar menjadi sembilan orang.
Setelah hasil tes swab keluar pada Kamis (23/7) menyatakan ketujuh tenaga kesehatan tersebut positif Covid-19, Muspika Batumarmar langsung melakukan penutupan Puskesmas Batumarmar selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 24 Juli hingga 6 Agustus 2020. Selama ditutup, layanan kesehatan dialihkan ke Puskesmas Waru dan Pasean.
Penutupan merujuk pada protokol kesehatan Covid-19 yang harus dilakukan. Relawan FRPB di satuan tugas TIC Bakorwil digandeng untuk melakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan.
“Memang, pagi ini setelah disterilisasi oleh FRPB Pamekasan bersama Satgas Kecamatan Batumarmar, kami Forpimka (forum pimpinan kecamatan) Batumarmar menutup sementara PKM ini selama dua minggu ke depan,” ujar Mohammad Fahmi, Camat Batumarmar.
Selanjutnya, sekitar 113 orang tenaga kesehatan lainnya yang sehari-hari bertugas di Puskesmas tersebut, wajib melakukan isolasi mandiri tanpa terkecuali. Bahkan, harus pisah kamar sementara waktu dengan keluarganya di rumah.
“Semua wajib ikuti protokol Covid yang ada. Jangan berkumpul dulu dengan keluarganya, harus di kamar terpisah ya,” ucapnya saat memberi atensi kepada tenaga kesehatan yang hadir.
Tampak hadir langsung dalam proses penutupan Puskesmas tersebut antara lain Camat Batumarmar, Kapolsek Batumarmar, Danramil, perwakilan Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan Puskesmas setempat dan FRPB/TIC Bakorwil 4 Pamekasan.
”Kami Relawan FRPB Pamekasan diminta bantuan untuk melakukan disinfeksi di Puskesmas, Koramil dan Polsek serta (rumah-rumah) warga sekitarnya. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman pasca-lockdown nantinya,” ungkap Budi Cahyono, koordinator FRPB Pamekasan di sela-sela acara.
Budi berharap warga Batumarmar lebih mematuhi protokol kesehatan hingga pandemi Covid-19 ini benar-benar berakhir.
“Supaya ke depan warga Batumarmar lebih mematuhi protokol kesehatan yang ada hingga pandemi Covid-19 ini benar-benar sirna dari Pulau Madura,” imbuhnya. (ndra)










