Kampung Coklat Hadirkan Wisata Perpaduan Budaya Eropa Dan Tradisional Indonesia

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/49303158748_15c254abe7_b.jpg
Inilah pintu masuk bergaya Eropa di lokasi wisata Kampung Coklat . Di samping untuk memberi kenyamanan, pembukaan pintu masuk ini juga untuk memberi sensasi suasana Eropa dipadukan budaya tradisional Indonesia kepada para pengunjung. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Menyambut datangnya tahun baru 2020, lokasi wisata edukasi Kampung Coklat (Kamcok) yang terletak di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, terus berbenah. Salah satunya membangun pintu masuk bergaya Eropa yang dipadukan dengan budaya tradisional Bangsa Indonesia. Selain itu, wisata edukasi Kampung Coklat juga menyediakan puluhan wahana permainan. Bupati Blitar Rijanto meresmikan pembukaan pintu masuk bergaya Eropa tersebut, Selasa (31/12/2019).

Menurut pemilik Kamcok, Kholid Mustofa, pembukaan Pintu 1 ini merupakan upaya memberikan kemudahan pada para wisatawan, ketika akan masuk. Jadi, pengunjung semakin nyaman, tidak berdesakan dan bisa menikmati wisata bergaya Eropa dipadukan budaya tradisional Indonesia.

“Dari awal masuk Pintu 1 yang baru, memang tampak bangunan dibuat dengan arsitektur bergaya Eropa. Namun setelah masuk ke dalamnya, bisa dirasakan sensasi tradisional Indonesia yang kental. Serta pepohonan tanaman kakao, semakin menguatkan suasana alam khas Indonesia yang asri dan hijau,” terang Kholid.

pasang iklan_rev3

Baca juga:

Mengenai tingkat kunjungan wisatawan selama setahun terakhir, jika dirata-rata sekitar 100-150 ribu orang per bulan. Sementara kunjungan wisatawan asing setahun mencapai 200 orang.

“Sedangkan total wisatawan lokal bisa mencapai 1,5 juta orang per tahun, puncak kunjungan wisata pada Desember-Januari dan pertengahan tahun, yakni masa liburan,” imbuh Kholid.

Setahun terakhir ini Kamcok juga mulai melakukan penjajakan, kerja sama memasarkan produknya ke luar negeri. Di antaranya ke Asia, Eropa dan Timur Tengah.

“Di antaranya Singapura, Malaysia, Kamboja, Azerbaijan, Turki, Mesir dan Aljazair,” paparnya.

Adapun nilai ekspor hasil olahan cokelat ke luar negeri, sementara ini mencapai sekitar Rp 12-14 miliar setahun. Dengan 64 varian produk olahan cokelat yang diproduksi internal Kamcok, ditambah 125 produk UKM binaannya. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.