Banyuwangi, ArahJatim.com – Ribuan warga Banyuwangi memadati lapangan Maron Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jumat (22/11/2019) malam. Mereka mengikuti Banyuwangi Bersholawat bersama Syubbanul Muslimin dan Gus Muwafiq.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyebutkan, acara ini bagian dari Banyuwangi untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
“Untuk menghadapi tantangan saat ini, Banyuwangi tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras saja. Tapi, juga harus disertai dengan doa, seperti salawat pada malam ini,” terangnya.
Di tengah kelesuan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, lanjut Anas, justru Banyuwangi menunjukkan gejala sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi cukup stabil, pendapatan juga naik, bahkan berbagai prestasi di berbagai pelayanan publik terus diraih.
“Terima kasih kepada segenap masyarakat Banyuwangi, para kiai, para habaib yang telah membantu mendoakan Banyuwangi dalam berbagai kesempatan,” ungkap Anas.
Baca juga:
- Sepuluh Ribu Santri Banyuwangi Ikuti Kirab dan Apel HSN 2019.
- Tak Bisa Diadu Domba, Pemuda Lintas Agama Banyuwangi Kembali Kemah Bersama.
- Menengok Alquran Kuno Banyuwangi.
Syubbanul Muslimin merupakan grup salawat yang sedang naik daun di kalangan milenial. Grup yang berasal dari Kabupaten Probolinggo tersebut, dikenal memiliki ribuan fans fanatik yang dikenal dengan nama Syubban Lovers.
“Kami ingin mengajak anak-anak muda di Banyuwangi bersalawat. Dengan salawat ini, semoga anak muda mendapatkan keberkahan. Dijauhkan dari perbuatan tercela, narkoba dan sejenisnya,” ungkap Gus Hafidzul Hakim Nur selaku pemimpin Syubbanul Muslimin.
Salawat yang dibawakan Syubbanul Muslimin memang sarat dengan pesan-pesan bagi anak-anak muda. Tak hanya berupa senandung salawat, namun juga disisipi lirik berbahasa Indonesia yang membuat pesan lebih mudah diterima.
“Bila putus cinta.. Ditinggal kekasih
Sudah tak mengapa.. Janganlah bersedih
Cinta yang sejati.. Mengajak yang halal
Tak kan jauh pergi.. Pasrahlah tawakkal”
Itulah salah satu penggalan syairnya yang begitu akrab di kalangan milenial.

Sementara itu, KH. Achmad Muwafiq yang merupakan penceramah nasional itu, memaparkan tentang keteladanan Nabi Muhammad. Memperbanyak salawat adalah bagian dari meneladani Rasul terakhir tersebut.
“Salawat bersama ini, merupakan bagian dari meneladani Nabi Muhammad. Dengan salawat akan menghadirkan kedamaian. Inilah ajaran dari Nabi Muhammad untuk menciptakan kedamaian,” ujar dai yang akrab disapa Gus Muwafiq tersebut.
“Jika ada orang banyak menebarkan kebencian, maka dia bukanlah bagian dari umatnya Nabi Muhammad,” imbuh tokoh asal Yogyakarta itu, “Umat Nabi Muhammad harus menjadi rahmatan lil alamin.”
Selain dipadati ribuan jamaah, Banyuwangi Bersholawat turut dihadiri oleh sejumlah ulama Banyuwangi. Terlihat Habib Abdul Qodir, KH. Hisyam Syafaat, KH. Masykur Ali, KH. Lukmanul Hakim dan sejumlah kiai lainnya. Mereka berbaur dengan Forpimda yang juga hadir. (adv.hmsbwi/ful)










