Belasan Mahasiswa Dan Kapolres Blitar Tabur Bunga Di Depan Mapolres

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48822087161_1ff80cdb88_b.jpg
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar dan belasan anggota PMII Blitar melakukan tabur bunga di Mapolres Blitar Kota, Senin (30/9/2019). (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar menggelar aksi damai di depan Mapolres Blitar Kota, Senin (30/9/2019). Aksi damai itu sebagai bentuk rasa belasungkawa atas gugurnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kedua mahasiswa UHO yang gugur yaitu Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi. Kedua mahasiswa itu gugur saat mengikuti demonstrasi menolak RUU KUHP dan UU KPK hasil revisi. Immawan Randi merupakan kader PMII.

Para mahasiswa PMII menggelar orasi di depan Mapolres Blitar Kota. Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan belasungkawa atas gugurnya Randi dan Yusuf. Para mahasiswa juga membawa foto Randi semasa hidup.

pasang iklan_rev3

Para mahasiswa berdiri melingkar mengelilingi foto Randi di depan Mapolres Blitar Kota. Mereka berorasi sambil membaca puisi untuk Randi dan Yusuf.

“Kami mendesak polisi mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap Randi. Siapapun pelakunya, hukum harus tetap ditegakkan,” kata Ketua PC PMII Blitar, Ahmad Sugino.

Dia mengatakan, polisi harus mengumumkan secara terbuka perkembangan penyelidikan kasus itu. Polisi juga harus mengungkap aktor intelektual dalam peristiwa itu. “Jangan tebang pilih, aktor intelektualnya juga harus dihukum,” ujarnya.

Para peserta aksi ditemui Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar. Kapolres menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kapolres dan mahasiswa juga melakukan tabur bunga di depan foto Randi.

“Kami juga mengucapkan belasungkawa dan mendoakan semoga keduanya husnul khotimah. Perjuangan mereka tidak sia-sia dan menjadi semangat untuk rekan-rekan lainnya,” kata Adewira.

Adewira mengatakan polisi masih menyelidiki peristiwa itu. Penyelidikan kasus itu dikendalikan langsung oleh Kapolri. “Sekarang Wakapolri di sana (Kendari). Mudah-mudahan hasil penyelidikan segera keluar dan disampaikan ke semua pihak,” ujarnya. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.