Kediri, ArahJatim.com – Kabar duka datang dari dunia pesantren. Sosok kyai sepuh karismatik KH Maimoen Zubair pada selasa pagi sekitar pukul 04.17 telah berpulang sesaat seusai melaksanakan sholat subuh berjamaah di Makkah.
Kepergian ulama asal Sarang, Rembang, Jawa Tengah tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi sanak keluarga dan santri yang pernah berguru kepadanya.
Sebelum meninggal dunia Jazilah Annahdliyah Keponakan Kyai Maimoen menuturkan bahwa malam sebelum kepergian almarhum ia bermimpi bertemu dengan sosok Pamannya tersebut bersama dengan KH Abdul Hamid Baydlowi (Abahnya) yang telah meninggal dunia sejak 5 tahun yang lalu.
“Beliau bersama abah bertemu, didalam mimpi saya itu beliau abah berdiri tegap, dan Pakde itu diusung orang banyak, ketika turun Abah hendak sungkem keduanya berebut sungkem dan pakde menarik tangan abah, akhirnya tangan abah itu yang dicium oleh pakde dan keduanya ikut rombongan yang mengusung pakde tadi,” ujarnya.
Mimpi tersebut menurutnya terasa hampir nyata, setelah bangun Istri Gus Kautsar Pondok Pesantren Ploso Mojo Kediri tersebut juga sempat mengeshare ke medsos terkait mimpinya tersebut.
“Saya ceritakan kepada saudara-saudara saya dan saya sempat share juga ke medsos,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan didalam mimpinya antara Abah dan kyai Maimoen memakai baju serba putih dan berjalan bersama-sama.
“Abah dan Pakde itu sama-sama mengenakan baju putih, setelah saling sungkem keduanya berjalan bersama dengan para pengiringnya yang juga memakai baju putih,” katanya.
Terakhir ia juga menuturkan bahwa sosok Kyai Maimoen adalah sosok yang sangat baik dan santun.
“Terakhir lebaran kemarin sungkem ke beliau, dan saya disambut dengan sangat baik, itu sangat membekas,” pungkasnya.( das)










