ODGJ Tidak Untuk Dikucilkan, Beri Perhatian Seperti Keluarga

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48156624931_b1b14e5ce4_b.jpg
Pasien ODGJ tidak untuk dikucilkan, akan tetapi berikan perhatian kepada mereka agar merasa seperti bagian keluarga. Dengan begitu proses penyembuhan menjadi semakin cepat. (Foto: arahjatim.com/kominfo)

Kediri, ArahJatim.com – Masih ingatkah dengan berita yang sempat viral beberapa bulan lalu? Ada seorang perempuan penyandang gangguan jiwa yang melukai dirinya sendiri dengan menggigit jarinya hingga terluka.

Setelah memperoleh penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Kediri dan seluruh instansi terkait, saat ini kondisi perempuan bernama Wiji Fitriani (24) tersebut sudah membaik. Pagi tadi ia diantar pulang ke rumahnya di Dusun Tambak Desa Ngadi Kecamatan Mojo, (28/6).

“Alhamdulillah mbak Wiji Fitriani sudah boleh pulang dan berkumpul lagi dengan keluarga terutama neneknya,” terang dr. Lila Nurmayanti, Sp. KJ yang menangani pasien tersebut.

pasang iklan_rev3

dr. Lila Nurmayanti merupakan Dokter Spesialis Kejiwaan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya yang menangani Wiji sejak mulai dirujuk hingga dinyatakan membaik dan bisa pulang. Bersama tim medis lainnya yang juga turut berperan seperti Ella Titis sebagai psikolog dan Rohani sebagai keperawatan intensif.

“Dalam merawat pasien ODGJ yang dibutuhkan adalah kesabaran, telaten, pendekatan secara persuasif dan ketulusan dalam memberikan kasih sayang kepada pasien. Karena pasien OGDJ mempunyai insting yang kuat, siapa orang-orang yang benar tulus dan ikhlas memberikan kasih sayang kepadanya,” katanya.

Kondisi kesehatan Wiji secara fisik, mental sudah menunjukkan perubahan yang sangat baik. Kondisi ini dapat ditunjukkan dari cara berbicara yang sesuai. Cara berpikirnya juga membaik, sudah bisa mandiri secara keseluruhan seperti makan, minum, ganti baju, tetapi tetap harus mendapat dukungan dan pendampingan.

“Wiji juga sudah kami ajarkan bagaimana gejala awal jika akan kambuh untuk minta tolong kepada orang terdekat” .

“Harapan kami jika nanti sudah diterima oleh pihak keluarga, peran dari petugas di rumah sakit tergantikan oleh orang-orang di sekitarnya. Istilahnya kontinuitas itu yang kita harapkan dari pihak keluarga dan puskesmas setempat,” tambahnya.

Plt. Kepala Dinas Sosial melalui Dyah Saktiana menjelaskan, respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Kediri membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

“Bersama tim kita terus memantau setiap detail perkembangan saudara Wiji Fitriani. Salah satunya dengan standby di sana sejak sebelum operasi, hingga pascaoperasi dan pemulihan,” terangnya.

“Seperti yang disampaikan oleh pihak RSJ Menur bahwa lingkungan merupakan aspek penting proses penyembuhan Wiji Fitriani, jadi nanti akan kami berikan edukasi kepada masyarakat sekitar bagaimana solusi menghadapi permasalahan seperti ini,” tambah Dyah Saktiana.

ODGJ tidak untuk dikucilkan, akan tetapi berikan perhatian kepada mereka agar merasa seperti bagian keluarga. Dengan seperti itu proses penyembuhan menjadi semakin cepat. (Kominfo)

No More Posts Available.

No more pages to load.