Kediri, ArahJatim.com – Semangat kebersamaan terpancar jelas di lingkungan RT 27 Perumahan Jenggolo Indah, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Meski sempat diguyur hujan, warga tetap antusias menggelar tradisi buka puasa bersama (bukber) yang telah terjaga konsistensinya selama 15 tahun terakhir, Minggu (8/3/2026).
Momentum Memperkuat Kerukunan Tetangga
Ketua RT 27, Nasum Rinaldy, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk meleburkan sekat dan mempererat silaturahmi antarwarga, termasuk bagi mereka yang baru tinggal di lingkungan tersebut.
“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi. Dengan kegiatan seperti ini, hubungan kekeluargaan di lingkungan RT 27 bisa semakin kuat,” ujar Nasum. Ia menambahkan bahwa kekompakan warga adalah modal utama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bermasyarakat.
Tausiah Subrowi: Menjadi Mukmin yang Mulia
Menjelang azan Magrib, suasana semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan oleh tokoh warga, Subrowi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat yang harus diisi dengan peningkatan kualitas diri.
Subrowi menekankan pentingnya menjadi sosok mukmin yang baik sesuai dengan ajaran agama.
“Orang mukmin yang paling mulia Islamnya adalah mereka yang orang muslim lainnya selamat dari lisan dan berbuatannya,” tutur Subrowi di hadapan warga.
Ia meyakini bahwa warga RT 27 telah menerapkan nilai tersebut dengan baik. “Insyaallah di RT 27 ini tidak ada yang saling mencela, baik dari lisan maupun perbuatannya. Inilah dasar menjadi mukmin yang baik yang kita dambakan bersama,” imbuhnya.
Apresiasi dari Ketua RW: Solidaritas yang Menginspirasi
Ketua RW Perum Jenggolo Indah, Samsul Alam, yang turut hadir juga memberikan pujian. Ia menyebut RT 27 sebagai salah satu lingkungan yang paling guyub dengan partisipasi warga yang luar biasa.
”Ini merupakan kehormatan bagi saya. Dari 8 RT yang ada, RT 27 ini sangat kompak. Tradisi buka bersama ini sudah ada sejak zaman Rasulullah di abad ke-7 untuk mempererat persaudaraan,” jelas Samsul.
Ia menekankan bahwa selain nilai sosial, kegiatan ini memiliki dimensi ibadah yang mendatangkan pahala bagi yang menjalaninya.
Doa Bersama untuk Keberkahan Lingkungan
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan doa bersama. Seluruh warga yang hadir memanjatkan harapan agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta tetap kuat dalam menjaga tali persaudaraan dalam kehidupan bertetangga di Desa Gogorante. (das)










