Jember, ArahJatim.com Guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa di bidang usaha media terkini, Pascasarjana Manajemen Inovasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar webinar bertemakan : “Inovasi Jurnalistik di Tengah Arus Media Sosial” di layar kaca daring dimana pemateri di Jember dan moderator dari Unesa, Surabaya pada Jum’at (15/08).
“Hari ini kita melaksanakan webinar dengan tujuan untuk menggali pengetahuan dan pengalamanan praktisi media televisi, Nursalim S.E, yang sudah lama bekerja dibidang media dan melakukan peliputan”, kata Dr. Ulil Hartono, S.E., M.Si., dosen Pascasarjana Unesa membuka acara, menggantikan Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd, Direktur Pascasarjana UNESA dan Dr.Warju, S.Pd.,S.T., M.T Wakil Direktur 1 Pascasarjana UNESA.
Lanjut Ulil Hartono, pihak UNESA melibatkan diri dan serius mendorong berbagai pihak agar terus melakukan inovasi di Indonesia. Dari kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadikan kegiatan produktif bagi semua serta semua bisa berkontribusi aktif.
Kegiatan webinar dimoderatori oleh Dr. Lucky Rachmawati, S.E.,Msi, dosen pascasarjana UNESA. “Paling tidak dari webinar ini, kita dan semua peserta memiliki gambaran tentang bagaimana jurnalis bisa tetap relevan di era informasi super cepat. Kedua, tentang strategi apa yang membuat media berita tetap dipercaya di tengah banjir konten”, paparnya memberi pembukaan webinar.
Selaku narasumber, Nursalim menekankan kepada media saat ini untuk terjun dan fokus mengerjakan media digital dan media sosial. “Kalau tidak terjun (kesitu), akan semakin ketinggalan, karena masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi konten dan informasi dari produksi digital dan media sosial semisal instagram dan tik tok”, jelasnya.
Dia menambahkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada semester pertama 2025 mencapai tepatnya 229.428.417 jiwa.
Jika dibandingkan dengan laporan APJII tahun lalu, angka tersebut mencerminkan kenaikan cukup signifikan. Sebelumnya, pada 2023, APJII melaporkan jumlah pengguna internet Indonesia ada sekitar 215 juta jiwa. Kemudian, bertambah banyak sekitar 6 juta jiwa menjadi 221,5 juta jiwa pada 2024.
“Prosentase iklan juga banyak untuk digital dan media sosial, menurut agensi periklanan Wavemaker, total belanja iklan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp 71,5 triliun pada tahun 2024”, jelasnya.
Dari total belanja iklan tersebut sebagian diserap oleh platform digital global. Data menunjukan bahwa sekitar 80 persen dari total belanja iklan atau sekitar Rp. 57,2 triliun, mengalir ke platform digital. Berarti hanya sekitar 20 persen atau 14,3 triliun yang masuk ke media konvensional atau publisher lokal.
Tantangan media dalam memperoleh pendapatan (iklan), kini bukan sesama media massa saja.
“Youtuber, pelaku media sosial, influencer, juga menjadi pesaing”, tambahnya. Oleh karena itu, lanjutnya, media massa harus melakukan inovasi terus menerus untuk tetap hidup, berkembang di era sunami informasi, digital, dan teknologi. Baik itu dari produk progamnya yang menarik dan tetap menjaga kualitas konten.
“Dengan tetap memegang teguh etika jurnalistik, inovasi tersebut diharapkan nilai lebih media massa yang kedepanya bisa meraih kepercayaan kembali dari masyarakat”, harapnya. Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta lebih, terdiri dari dosen, mahasiswa UNESA juga dari peserta umum dari berbagai daerah.











