Usir Kejenuhan, Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 RSUD Blambangan Buat Video Joget Tik Tok

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Aksi joget Tik Tok petugas pemulasaraan jenazah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi mendadak viral di media sosial. Joget Tik Tok sejumlah petugas pemulasaraan jenazah berpakaian APD lengkap ini sengaja dilakukan untuk mengusir ketegangan sebelum mereka melakukan tugas mulia mengurus jenazah terduga Covid-19 hingga ke proses pemakaman.

Aksi joget petugas pemulasaraan jenazah berpakaian APD lengkap ini bukanlah tanpa alasan. Sebagai manusia biasa, tentu petugas pemulasaraan jenazah ini juga memiliki rasa takut tertular virus corona yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Meski sudah terbiasa menangani jenazah hingga ke proses pemakaman, namun saat menangani jenazah pasien Covid-19 tampaknya membuat nyali petugas pemulasaraan jenazah ini menjadi ciut. Karena sudah menjadi tanggung jawabnya, mereka harus berurusan dengan jenazah pasien covid-19.

Adalah Agus Wahyudi dan Holid, dua dari enam petugas pemulasaraan jenazah RSUD Blambangan yang memiliki ide membuat video joget Tik Tok untuk mengusir rasa takut. Bersama empat rekannya, hingga kini mereka sudah tiga kali melakukan pemakaman pasien terduga tertular Covid-19 di Banyuwangi.

“Video kami buat untuk mengusir lelah, tegang dan was-was sebelum mengurus jenazah. Meski sudah biasa dengan mayat, tapi sebagai manusia biasa saya juga punya rasa takut menghadapi corona ini. Tapi saya dan rekan-rekan sudah sepakat untuk punya satu keyakinan bahwa Insya Allah kita bisa melindungi diri dari penularan virus. Kita niatnya menjalankan tugas untuk memakamkan jenazah para almarhum,” kata Agus Wahyudi, salah satu petugas kamar jenazah RSUD Blambangan.

Yudi panggilan akrabnya berharap, masyarakat tidak terlalu takut berlebihan saat ada pasien terduga Covid-19 dimakamkan di kampung halamannya. Sebab, proses pemulasaraan jenazah sudah dilakukan sesuai dengan protokol penanganan jenazah Covid-19.

Oleh petugas, Jenazah dimandikan, dibungkus rapat menggunakan plasltik hingga lima lapis, dan dikafani kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah guna mengurangi risiko keluarnya cairan jenazah yang diindikasi bisa menularkan penyakit.

“Insya Allah semua sudah aman karena sesuai SOP penanganan jenazah Covid, serahkan pada kami, Insya Allah kami perlakukan dengan baik. Mulai dari dimandikan, dikafani, hingga kita makamkan. Jadi masyarakat tidak perlu takut yang berlebihan apalagi sampai ada penolakan jenazah, kasihan almarhum,” tambah Yudi.

Para petugas pemulasaraan jenazah ini juga berpesan kepada masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah untuk saling menjaga jarak atau physical distancing. Sebab keberadaan virus ini memang nyata meski tak terlihat oleh mata.

“Alhamdulillah keluarga maupun tetangga saya mendukung semua. Cuma istri saya minta saya untuk lebih hati-hati dalam menangani jenazah Covid-19, selalu gunakan APD dan mencuci tangan dengan sabun. Pesan ini juga sampaikan ke Holid maupun teman-teman lainnya. Karena sudah menjadi tugas kita, semua harus tetap kita jalani dengan ikhlas,” pungkasnya. (ful)