Usai Soroti Kinerja PDAM, Masyarakat Kini Permasalahkan Abd Rasyid Sebagai Direktur

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – PDAM kembali diprotes oleh warga Bangkalan terkait profesionalitas dan pelayanannya kepada masyarakat Bangkalan, setelah beberapa hari yang lalu sempat diprotes mengenai suplai air yang tidak lancar dan keruh, kali ini PDAM harus kembali menerima cercaan dari masyarakat Bangkalan terkait profesionalitasnya sebagai perusahaan penyedia air bersih untuk masyarakat.

Sejak pagi hari masyarakat berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya terkait kinerja direktur PDAM Bangkalan, Abd Rasyid. Masyarakat menilai Rasyid tak lagi mampu memimpin dan mengelola PDAM Bangkalan dengan baik. Masyarakat menilai banyak kecurangan yang terjadi ketika Rasyid menahkodai PDAM Bangkalan tersebut.

“Ga bener itu Rasyid, untuk para pegawai PDAM kenapa kalian takut pas bupati nunjuk dia ? Tolol kalian, pengecut pemimpin seperti itu ko mau-mau saja,” ucap salah satu pendemo yang bernama Risang.

Menurut Perda no 6 tahun 2011 menyatakan bahwa PLT (pelaksana tugas) setidaknya menjabat sampai batas umur 55 tahun, serta penugasan maksimal yang berlaku hanya 6 bulan.

Baca Juga :

“Ini direktur PDAM kan sudah berumur 60 tahun lebih, dan masa jabatannya sudah kadaluarsa, masak iya sampai 11 bulan dari April kemarin,” tuturnya.

Risang juga menambahkan bahwasanya direktur PDAM saat ini merupakan direktur ilegal dan penuh dengan nepotisme, pasalanya pihak keluarga dari direktur bisa turut serta mengurus dan mengatur PDAM meskipun bukan anggota dari PDAM tersebut.

“Itu direktur ilegal, bukan PLT itu, namanya PLT ya diangkat dari internal perusahaan, bukan diambil dari dinas lain yang sudah pensiun, ini penyalahgunaan aturan namanya,” tambahnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Rasyid merupakan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan. Ia diangkat langsung oleh bupati pada April 2019 lalu. Namun yang menjadi permasalahan ia sudah melebih batas umur dan ketentuan PLT yang semestinya berlaku.

Saat ditemui awak meria, Kabag Hubungan Langganan PDAM Bangkalan, Subairi mengatakan, pihaknya belum tahu dan memang tidak diberitahu terkait pengangkatan Abd Rasyid oleh bupati Bangkalan, karena selama ini memang pihaknya tidak berwenang dalam pengangkatan tersebut.

“Kami tidak tahu terkait hal itu, karena kami kan tidak ikut merekomendasikan serta mengangkatnya sebagai direktur PDAM,” akunya.

“Karena teman-teman sudah menyampaikan aspirasinya, silahkan dilanjutkan kepada pihak yang lebih berwenang untuk ditanyakan lebih lanjutnya,” imbuhnya.

Subairi juga mengatakan bahwa tidak ada keterlibatan pihak luar untuk turut serta dalam mengatur kebijakan di PDAM Bangkalan.

“Itu tidak benar, tidak ada keluarga direktur yang ngatur-ngatur disini,” tutupnya. (Fik)