Update Sebaran Covid-19 di Jawa Timur

oleh -

Surabaya, Arahjatim.com – Sebagai salah satu kota terdampak virus corona, Pemkot Surabaya selalu mengawasi warganya agar tidak semakin banyak pasien terdampak. Menurut data dari Pemkot Surabaya, setiap hari ada perubahan dari jumlah ODP, PDP, dan pasien yang positif terinfeksi COVID-19.

Terhitung hingga Rabu (1/4/2020) pagi, jumlah ODP sebanyak 237 orang, PDP 73 orang, dan 38 konfirmasi positif corona.
Sementara sebaran wilayahnya terdiri dari Surabaya Barat 33 OPD, 10 PDP, 1 PDP sehat, 7 konfirmasi positif, dan 2 sudah dinyatakan sembuh.

Di Surabaya Pusat terdapat 21 ODP, 11 PDP, 2 PDP sehat, 1 konfirmasi, dan 1 konfirmasi sembuh, PDP meninggal 1.

Surabaya Selatan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah konfirmasi terbanyak yakni 18 orang, sementara jumlah ODP 72, PDP 16, PDP sehat 5 orang. Kemudian ada 6 orang yang sudah dinyatakan sembuh, 3 konfirmasi meninggal.

Wilayah Surabaya Timur memiliki jumlah ODP terbanyak yakni sebanyak 97, PDP 23, PDP sehat 6, 9 konfirmasi, PDP meninggal 1, dan 1 konfirmasi sembuh.

Terakhir, wilayah Surabaya Utara dengan jumlah 14 ODP, 13 PDP, dan 2 PDP sembuh. Sedangkan 3 orang dinyatakan positif corona dan 1 dinyatakan sembuh, dan 1 PDP dinyatakan meninggal.

Menurut data dari Pemprov Jatim per 30 Maret 2020 lalu, jumlah ODP sebanyak 6.565 orang, PDP 420 orang, dan 93 konfirmasi terinfeksi COVID-19.

Update terakhir ada 17 orang dinyatakan sembuh yang masing-masing berasal dari Surabaya 13 orang, 3 Kota Malang, 1 Kabupaten Blitar.

Sebanyak 8 orang meninggal, berasal dari Surabaya 2 orang, Kabupaten Sidoarjo 1 orang, Kota Malang 1 orang, Kabupaten Kediri 1 orang, Magetan 1 orang, Gresik 1 orang, dan Pamekasan 1 orang.

Hasil Rapid Test warga Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan update pelaksanaan rapid test covid-19 yang sudah digelar hingga Selasa (31/3/2020).

Hingga petang ini, total 2.020 orang telah menjalani rapid test.

Mulai tenaga kesehatan, pasien dalam pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), hingga Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dari data yang didapatkan ada 49 orang terdeteksi positif covid-19.

Dari jumlah tersebut 8 di antaranya adalah tenaga kesehatan.

“Hari ini yang sudah dilaksanakan rapid test sudah mencapai 2020 orang. Yang terdeteksi positif menjadi 49 orang,” kata Khofifah, Selasa petang (31/3/2020).

Dari jumlah yang positif tersebut terdiri dari 8 petugas kesehatan, 27 orang PDP, 12 orang ODP dan juga 2 orang OTG.

Ditegaskan Khofifah bahwa yang terdeteksi positif dari hasil rapid test tidak bisa dijadikan patokan bahwa mereka positif covid-19.

Mereka yang sudah terdeteksi positif melalui rapid test harus dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR (Polymerase Chain Reaction).

Sebab hanya dengan metode ini maka akan bisa didapatkan konfirmasi virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19.

“Ini akan menjadi PR bagi gugus kuratif untuk melakukan percepatan swab dan PCR. Kami meminta agar mereka segera di-swab dan dilakukan PCR,”tegas Khofifah.

“Bagi yang positif biaya ditanggung oleh pemerintah pusat sedangkan yang negatif akan ditanggung oleh pemerintah provinsi,” tegasnya.

Sejauh ini sudah ada sebanyak 18.400 alat rapid test di Jawa Timur dan disebar ke 75 rumah sakit dan juga ke dinas kesehatan kabupaten kota dan dinas kesehatan provinsi.

Khofifah meminta agar dinas kesehatan maupun rumah sakit yang sudah menerima alat rapid test segera melakukan tes massal cepat dan diatur agar tidak menimbulkan antrean dan kerumunan baru.

Sedang Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi menambahkan Rapid test bukan gold standart untuk deteksi covid-19, tapi cukup untuk screening awal.

“Dan belum pasti yang positif di rapid test itu menderita covid-19, bukan begitu. Tapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di-swab PCR,” tegas Joni.

Dari rapid test ini nantinya warga jawa timur diharapkan untuk lebih peduli terhadap ancaman virus corona.

(fik)