Untuk Konsumsi Saat Corona, Warga Tulungagung Berbondong-bondong Gadaikan Emas

oleh -

TULUNGAGUNG, Arahjatim.com – Imbas dari pandemi corona yang tak kunjung usai, Kantor Pegadaian Cabang Tulungagung dibanjiri warga yang ingin menggadaikan barang untuk konsumsi.

Peristiwa ini menimbulkan kenaikan nasabah untuk kepentingan konsumsi 10 persen dibanding hari-hari biasa.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Pegadaian Cabang Tulungagung, Sucipto, Senin (13/4/2020).

“Sebagai dampak pandemi virus corona, terjadi kenaikan untuk konsumsi, tapi untuk pembiayaan usaha mengalami penurunan,” terang Sucipto dikutip dari suryatribunnews.com.

Jika dirata-rata, setiap hari ada 100-150 orang yang menggadaikan barang untuk kepentingan konsumsi.

Namun saat ini, setiap hari rara-rata ada 200 orang yang menggadaian barang untuk konsumsi.

Sementara untuk pembiayaan usaha mengalami penurunan hingga 20 persen.

“Banyak toko yang tutup, banyak usaha yang berhenti. Jadi wajar jika sektor usaha mengalami penurunan,” sambung Sucipto.

Barang yang banyak digadaikan adalah perhiasan emas, mencapai 90 persen.

Sedangkan 10 persen lainnya berupa barang elektronik, khususnya telepon seluler dan alat pertanian.

Sedangkan untuk pembiayaan usaha adalah BPKP kendaraan dan surat-suratnya.

“Jadi saat ini warga menggadaikan barang, asal bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kondisinya memang sulit,” ucap Sucipto.

Selain itu, pegadaian juga menawarkan restrukturisasi angsuran kepada debitur yang mengalami kesulitan. Saat ini baru ada lima UMKM yang sudah memanfaatkan fasilitas restrukturisasi ini.

Namun Sucipto yakin, ke depan semakin banyak yang akan memanfaatkannya.

“Kalau memang keberatan dengan angsuran, silakan mengajukan restrukturisasi. Semua akan dilayani sesuai dengan prosedurnya,” ujarnya.

Untuk mengakses layanan gadai konsumsi, cukup datang dengan KTP saja.

Karena bertujuan membantu masyarakat kecil, nilai gadai paling kecil yang bisa dilayani sebesar Rp 50.000.

Konidisi ini tentu akan semakin mempersulit masyarakat, jika kondisi belum kembali normal seperti biasanya.