Terobsesi Jadi Polisi, Tukang Las Tipu Warga Hingga Puluhan Juta Rupiah

oleh -
Mengaku sebagai anggota kepolisian, tersangka Yoyok Hadi Kuscahyo diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang warga di Kecamatan Glenmore hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Yoyok Hadi Kuscahyo, hanya bisa tertunduk lesu saat polisi menggiringnya ke ruangan Rupatama Mapolresta Banyuwangi untuk dihadapkan kepada sejumlah awak media.

Pria asal Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi ini ditangkap polisi lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang warga di Kecamatan Glenmore hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las ini berhasil memperdayai korbannya dengan mengaku sebagai anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Mapolresta Banyuwangi aktif yang sebelumnya pernah ditugaskan dalam Operasi Seroja di Timor-Timor.

Dalam janjinya, polisi gadungan ini mengaku bisa membantu korban bernama Hartono Subanto, warga Desa Sepanjang, Glenmore untuk melakukan jasa penagihan uang yang dipinjam rekan bisnis korban di Surabaya senilai Rp15 miliar.

Baca juga:

Namun nyatanya, janji tersebut hanyalah sebuah janji. Malah sebaliknya, tersangka yang sering datang ke rumah korban dengan mengenakan kaos polisi, celana taktikal, lengkap dengan pistol airsoft gun ini malah kerap meminjam uang hingga mencapai Rp30 juta.

Merasa tertipu, akhirnya korban melaporkan kejadian ini kepada polisi lantaran uang pinjaman tak kunjung dikembalikan.Tim Unit Reskrim Polsek Glenmore yang mendapat laporan dari korban langsung bertindak dan melakukan penangkapan.

Sejumlah barang bukti diamankan dari tangan tersangka, di antaranya kaos polisi, celana taktikal, dan sepucuk pistol airsoft gun. (Foto: arahjatim.com/ful)

Saat ditangkap, tersangka yang berusia 43 tahun ini sempat mengelak bahwa dirinya telah melakukan penipuan. Tersangka bahkan berupaya meyakinkan anggota Reskrim yang akan menangkapnya, bahwa dirinya adalah benar-benar anggota kepolisian yang masih aktif di Satreskrim Polresta Banyuwangi.

“Pelaku menawarkan diri ke korban bisa ngurus uang korban yang dipinjam rekannya di Surabaya sebanyak Rp15 miliar. Karena mengaku anggota Polri, korban percaya. (Seiring) berjalannya waktu, pelaku sering meminta uang hingga Rp30 juta, tapi tak kunjung dikembalikan. Lalu korban melaporkan kepada Polsek Glenmore dan ternyata pelaku bukanlah anggota Polri,” ungkap Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Kamis (21/5/2020).

Dari hasil penyelidikan diketahui, pelaku terobsesi menjadi kepolisian lantaran dirinya pernah dua kali mendaftar menjadi anggota Polri namun selalu gagal. Polisi juga masih mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain yang pernah ditipu tersangka.

Atas perbuatannya polisi menjerat tersangka dengan pidana penipuan dan penggelapan yang ancaman hukumannya mencapai empat tahun penjara.

 “Selain menangkap pelaku, kita juga amankan barang bukti kaos polisi, celana taktikal, uang tunai dan pistol yang itu hanyalah airsoft gun. Pelaku kita jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP,” pungkas Arman. (ful)