Surabaya, ArahJatim.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bantu UMKM yang bergerak dalam bidang pembersihan sarang burung walet, agar produknya bisa memenuhi standart pasar Internasional.
Tingginya standart yang ditetapkan pada eksport sarang burung walet, menjadikan pengusaha sarang walet mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya.
Lima bulan lalu CV. Dwi Anugerah menjadi salah satu contoh UMKM yang mengalami kesulitan tersebut.
Namun kini perlahan usaha milik Bing Hariyanto itu mulai bisa memenuhi stardarisasi yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. Berkat bantuan 21 mahasiswa Unesa yang magang di tempatnya.
Bing menceritakan, salah satu permasalahan yang menjadi keluh kesah para pengusaha pembersihan sarang walet adalah menurunkan kandungan nitrit hingga 30 ppm.
“Salah satu kendala untuk ekspor, terutama ke Tiongkok adalah kandungan nitrit yang harus 30 ppm. Dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh 21 mahasiswa ini, kami bisa memenuhi standrat tersebut,” ungkap Bing, Selasa (6/12/22).
Bing menambahkan, bila Unesa terus mengembangkan penelitian tersebut, para pelaku UMKM sarang burung walet dapat menguasai pasar ekspor. Sebab, Indonesia merupakan negara terbesar penghasil sarang burung walet.
“Saya pikir nanti kalau Unesa bisa mengembangkan lebih lanjut penelitian ini, tidak menutup kemungkinan bisnis perwaletan di Indonesia ini bisa semakin berkembang untuk meningkatkan nilai ekspor negara kita,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Ilmu Kimia Unesa, Prof. Dr. Nita Kusumawati mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan sejak Agustus hingga Desember 2022 ini, pihaknya berhasil menemukan formula yang dapat menurunkan kadar nitrit hingga di bawah 30 ppm. Angka itu disebut-sebut melebihi standar yang diberlakukan di pasar Tiongkok.
“Belakangan ada kasus cemaran nitrit yang hingga mengakibatkan kematian itu, akhirnya Cina lebih mengetatkan prosedurnya. Dengan formula kami, kadar nitritnya sudah di bawah 30 ppm,” bebernya.
Selain itu, kata Prof Nita, pihaknya juga memberikan masukan supaya ekspor sarang burung walet bisa membanjiri pasar internasional, khususnya Tiongkok.
“Sebenarnya CV. Dwi Anugrah Surabaya ini sudah eksis, sudah ekspor ke beberapa negara, ini hanya perlu perbaikan sedikit saja. Kami membantu untuk para pelaku UMKM bidang ini untuk menurunkan kadar nitrit, supaya sesuai dengan standar Tiongkok,” katanya, Selasa (6/12/2022).
Diharapkan kedepannya, hasil penelitian dari Unesa dan mitra kerjanya ini, bisa menjadi acuan standart dalam pengelolahan sarang walet di Indonesia bahkan Internasional.










