Jember, ArahJatim.com – Guna menurunkan angka anak kurang gizi (stunting), puluhan ibu-ibu Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) se-Kabupaten Jember mengikuti pelatihan “Budidaya Aquaponik dan Hidroponik” di Gedung PKK Kabupaten Jember pada Kamis (12/9/24).
Para peserta mendapatkan materi praktek melihat langsung bagaimana instalasi budi daya ikan dalam ember yang diperlihatkan di pekarangan samping gedung. Secara berkelompok para peserta bisa aktif menanyakan kepada salah satu mentor pendamping terkait bahan, cara membuat, perawatan, hingga memanen sayur dan ikan.
“Cara ini hemat tempat, hemat air, ramah lingkungan dan mudah ditiru untuk rumah lahan sempit sekalipun,” kata Maliki, salah satu mentor pendamping.
Ember tersebut didesain atau dimodifikasi tutupnya, dilubangi untuk penempatan sayur, ember berisi air ini diisi ikan lele, dan ada kran di bawahnya untuk membuang air kotor secara berkala.
“Setiap 10 hari endapan kotoran kita buang melalui kran, kemudian kita ganti air baru (sekitar) 30 persennya,” tambahnya.

Instalasi berikutnya, kolam terpal dimodifikasi, dengan menempatkan pipa yang dilubangi atasnya sebagai media untuk menanam sayur. Pada instalasi ini digunakan pompa untuk mengalirkan air dari kolam ke pipa sebelum akhirnya kembali lagi ke kolam. Kolam terpal ditebari ikan nila merah dan media pada pipa ditanami sayur sawi.
“Penggunaan pompanya hanya 25 watt, jadi termasuk hemat. Terus kita juga harus merawat airnya, di antaranya dengan memberi probiotik atau em4 untuk perikanan agar ikan dan tanaman bisa tumbuh sehat,” kata Abdilah Mudzakir, salah satu mentor petugas lapangan Dinas Perikanan Pemkab Jember.
Pada sesi diskusi terungkap beberapa pengalaman peserta, umumnya pengalaman kegagalan dalam budi daya aquaponik dan hidroponik. Di antaranya tanaman menguning dan ikan tidak cepat besar.
“Sebenarnya untuk pupuk kita mengandalkan kandungan pada air, makanya tidak disarankan sering gonta-ganti air baru. Sedang untuk (masalah) ikan tidak besar, banyak faktor (penyebabnya) misalnya kualitas bibit, air, pakan dan lainnya,” jelas Abdilah.
Dengan mengikuti praktek dan teori budi daya aquaponik dan hidroponik ini diharapkan para peserta bisa lebih percaya diri mempraktekkan pengetahuan dan pengalamannya di lahan kosong rumah masing-masing.
Lebih jauh lagi tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan gizi masyarakat Jember agar jumlah anak kekurangan gizi (stunting) semakin berkurang. Kegiatan pelatihan yang berlangsung sehari ini dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Jember, Indra Tri Purnomo dan Ketua PKK Jember, Kasih Fajarini. (nsl)










