Target Embarkasi Haji, Pengerjaan Akses Tol Kediri Dikejar Rampung April 2027

oleh
oleh

​Tim Pelaksana Mulai Siapkan Pelebaran Jalan dan Penggantian Jembatan Mojoroto, Seksi 2 Sepanjang 3,4 Kilometer Dikebut, Pelebaran Jalan Suparjan Mangunwijaya dan Penggantian Jembatan Mojoroto Jadi Pekerjaan Krusial

Kediri, ArahJatim.com — Kabar proyek pembangunan Jalan Akses Tol Kediri–Bandara Internasional Dhoho mangkrak dibantah tegas oleh kontraktor pelaksana. Pihak kontraktor memastikan pekerjaan fisik di lapangan masih berjalan dan terus dikebut dengan target penyelesaian pada April 2027.

Kepastian tersebut disampaikan Humas LMA Highway Konsortium, Alfi Yusron, saat ditemui di lokasi pengerjaan kawasan Semampir, Kota Kediri, Rabu (14/10/2026). Didampingi Agus Beton, Alfi memaparkan perkembangan pekerjaan sekaligus menegaskan bahwa proyek strategis untuk mendukung konektivitas menuju Bandara Dhoho itu masih berlanjut.

pasang iklan_rev3

“Isu bahwa pengerjaan akses tol Kediri–Bandara ini mangkrak itu tidak benar. Selama ini kegiatan fisik tetap berjalan dan masyarakat bisa melihat langsung di lokasi bahwa progresnya terus kami percepat,” tegas Alfi.

Menurut dia, LMA Highway Konsortium melalui PT LMA (LPPMS-SMA) bertanggung jawab mengerjakan Seksi 2 sepanjang sekitar 3,4 kilometer, mulai dari STA 0 di kawasan Jalan Mayor Bismo, Semampir, hingga STA 3+450 di wilayah Kelurahan Gayam.

Alfi menyebut, pelaksanaan pekerjaan sejauh ini berjalan lancar. Pihaknya berupaya menjaga ritme pengerjaan agar penyelesaian proyek tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni April 2027.

“Pengerjaan berjalan lancar dan positif. Target kami, pekerjaan ini selesai pada April 2027,” ujarnya.

Pelebaran Jalan dan Penggantian Jembatan Jadi Tahap Penting

Di tengah percepatan pembangunan, kontraktor bersiap menghadapi tahapan pekerjaan yang berpotensi berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, yakni pelebaran Jalan Suparjan Mangunwijaya dan penggantian Jembatan Mojoroto.

Kedua pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelesaian akses tol. Pelaksanaannya membutuhkan pengaturan lalu lintas yang matang agar kegiatan konstruksi tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, pihak kontraktor mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Spanduk imbauan juga dipasang untuk memberikan informasi kepada pengemudi angkutan barang maupun angkutan umum.

“Kami sudah berkoordinasi intensif dengan Satlantas, Dinas Perhubungan, pihak Terminal Kota Kediri, serta BPTD Kelas II Jawa Timur terkait pengaturan lalu lintas,” jelas Alfi.

Koordinasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung, terutama ketika pelebaran jalan dan penggantian jembatan memasuki tahap pelaksanaan.

Dukung Konektivitas Bandara Dhoho dan Embarkasi Haji

Percepatan pembangunan akses tol Kediri–Bandara Dhoho memiliki arti strategis bagi pengembangan konektivitas wilayah Kediri dan sekitarnya. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung akses menuju bandara.

Kesiapan akses darat juga menjadi perhatian dalam menunjang rencana pelayanan embarkasi haji melalui Bandara Dhoho pada masa mendatang.

Dengan target penyelesaian Seksi 2 pada April 2027, konsistensi pengerjaan dan kesiapan rekayasa lalu lintas menjadi dua hal penting yang perlu dijaga. Masyarakat kini menantikan realisasi pembangunan tersebut agar akses menuju bandara semakin mudah dan manfaat infrastrukturnya dapat segera dirasakan.

Kontraktor pun menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pekerjaan sesuai jadwal. Perkembangan fisik di lapangan akan menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan proyek akses tol tersebut benar-benar berjalan menuju target penyelesaian. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.