Tak Kantongi Izin, Pantai Tengket Ditutup Paksa Pemerintah Bangkalan

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Penuh kontroversi sejak dibukanya beberapa bulan lalu oleh pihak swasta, kini destinasi wisata Pantai Tengket, Desa Maneron, Kecamatan Sepulu Bangkalan ditutup paksa oleh Pemerintah.

Kontroversi dibukanya Pantai Tengket, mulai dari adanya penolakan dari sesepuh Desa, tokoh masyarakat hingga tokoh agama disekitar pantai. Pasalnya pantai yang dibuka pihak swasta tersebut terdapat petilasan peninggalan Ra Lilur, Waliyullah asal Bangkalan.

Kini pantai tersebut disoal izin usaha, sehingga telah resmi ditutup sejak Kamis 30 Juli 2020 yang lalu oleh Pemerintah Bangkalan. Penutupan disebabkan tidak mengantongi izin usaha pada warung di area pantai.

Kepala Seksi Trantibum Satpol PP Bangkalan, Moh. Nakib mengatakan bahwa penertiban dilakukan pada warung di area pantai. Sebab belum mengantongi izin usaha, sehingga perlu dilakukan pembinaan langsung.

“Memang benar kami tutup untuk sementara waktu. Boleh dibuka kembali jika sudah mengantongi izin,” katanya saat dikonfirmasi.

Dilain pihak, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Nurhasan merasa kecewa dengan penutupan destinasi wisata Pantai Tengket tersebut.

“Semestinya, paling tidak hasil rapat internal dua tokoh (Pemerintah Desa dan Pengelola Pantai) disampaikan kepada dinas, lalu dinas memberitahukan kepada Komisi D untuk mengatur strategi dan langkah ke depan,” ujar Nurhasan.

Dirinya mengaku penutupan yang sudah terjadi bukan lagi domainnya. Sebab komisi D sudah berusaha untuk memediasi akan tetapi hasil kelanjutannya tanpa sepengetahuan anggota komisi.

“Kami baru saja tahu tentang penutupan itupun dari wartawan,” papar Nurhasan singkat.

Tak hanya itu, Nurhasan kembali menambahkan bahwa hasil rapat beberapa waktu yang lalu merekomendasikan untuk diselesaikan secara internal dan kekeluargaan.

“Kami kecewa kepada kedua tokoh itu, bahwa sampai hari ini belum ada kabar bagaimana hasil dari pembicaraannya. Kami kecewa bukan pada penutupannya, tapi pada dua kelompok yang berselisih yang hingga kini belum ada informasi terkait perkembangan negosiasi,” imbuh Nurhasan.

Namun pada kenyataannya sampai Senin 3 Agustus 2020 warga tetap tidak memperdulikan penutupan tersebut. Pengunjung tetap ramai tanpa memperhatikan imbauan pemerintah dalam hal penutupan.

Sehingga pada Senin 3 Agustus 2020, Satpol PP kembali kembali memberikan himbauan pada pelaku usaha untuk menutup sementara waktu hingga perizinannya dilengkapi. (fat/rd/fm)