Hasil akhir tingkat elektabilitas capres dan cawapres dari pilihan 2500 responden yaitu, Joko Widodo-Ma’aruf Amin dipilih oleh 969 responden dari 2500 responden yang disurvei atau 38,76 persen .
“Sementara, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipilih Oleh 1.440 responden dari 2.500 responden yang disurvei atau 57,60 persen dan responden yang tidak memilih sebanyak 91 responden dari 2.500 responden atau 3,64 persen,” terangnya.

Lebih jauh, Bin Firman menjelaskan ada beberapa alasan responden meninggalkan Jokowi dan lebih memilih Prabowo. Alasan tersebut kata dia, menyangkut lapangan pekerjaan, kedaulatan pangan, arah pemerintah, pemerintahan bersih dan penegakan hukum.
“Faktor lainnya yang sangat berpengaruh terhadap tingginya elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga dibandingkan pasangan Joko Widodo-Ma’aruf Amin adalah Faktor Sandiaga Uno.
Dalam banyak aspek, kata Bin Firman, figur Sandiaga Uno dalam pandangan responden memiliki banyak keunggulan dibandingkan Ma’aruf Amin. Selain cakap di bidangnya, Sandiaga Uno juga dianggap sebagai representasi generasi milenial yang memiliki hak suara sekitar 30 persen.
Baca juga:
- Kampanye Akbar Di Sumenep, Ma’ruf Amin : Jokowi Sangat Menghargai Santri.
- Sandiaga Uno Rela Jual Saham Perusahaan Pribadi, Demi Biaya Kampanye.
Survei menggunakan instrumen data berupa angket metode penarikan sampel yakni Multistage Random Sampling yaitu teknik sampel dengan berbagai tingkatan secara acak, Margin of error ± 1,96 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebagai tambahan, hasil survey IDM telah dipublikasikan lewat jumpa pers yang digelar di Hotel Sofyan, Menteng Jakarta, Selasa (2/4/2019). (ful)










