Sumbang 10 Ribu Swab Test, Respons Cepat REI Diapresiasi ITD Unair

oleh -
Ketua Umum DPP REI Totok Lusida dan Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wahid (keempat dan kelima dari kiri) menyerahkan bantuan 10 ribu reagen PCR kepada Ketua ITD Unair Prof dr Maria Lucia Inge Lusida, SpMK MKes PhD, Rabu (1/4/2020). (Foto: arahjatim.com/ss)

Surabaya, ArahJatim.com – Persatuan Perusahan Realestat Indonesia (REI) mengambil peran aktif dalam memerangi Covid-19 di Indonesia. Ketua Umum DPP REI Totok Lusida meminta semua DPD REI di daerah bergerak memberikan bantuan kepada pihak-pihak terkait di daerah masing-masing. Sebab, kebutuhan peralatan medis ini sangat kurang, sehingga organisasinya perlu membantu.

“Selain sumbangan 10 ribu swab test, REI Jatim juga akan memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 500 set. DPD REI seluruh Indonesia bergerak, dimulai dari DPD REI Jawa Timur,” jelas Totok menjawab pertanyaan media.

Sesuai arahan DPP REI, Rabu (1/4/2020) DPD REI Jawa Timur menyerahkan sumbangan dana sebesar 100 juta rupiah kepada Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga untuk pembelian 10 ribu buah swab test dari Jepang. Didampingi Totok Lusida dan beberapa pengurus, Ketua DPD REI Jatim Danny Wahid menyerahkan sumbangan reagen PCR (Polymerase Chain Reaction) tersebut kepada Ketua ITD Prof. Dr. Maria Lucia Inge Lusida, SpMk. MKes. Phd, di lobi Gedung ITD Kampus C Unair.

Danny mengatakan, langkah ini dilakukan setelah mendapat anjuran dari DPP REI Pusat. Tiap DPD REI provinsi diminta berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

“Untuk kami di Jawa Timur, sumbangan kami serahkan ke ITD Unair ini, karena lembaga ini salah satu pusat pemeriksaan sampel untuk Covid-19,” pungkas Danny yang kini juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP REI.

Sebagaimana diketahui, reagen menjadi bahan penting untuk bisa memberikan konfirmasi deteksi virus corona jenis SARS-CoV-2 dengan metode PCR dari pengambilan specimen (contoh) seseorang yang diambil dari tes swab. Untuk melakukan teknik PCR terhadap specimen hasil swab dari pasien terduga Covid-19, dibutuhkan reagen atau bahan pencampur untuk memunculkan diagnosis. Yakni, untuk mengetahui apakah pasien tersebut positif Covid-19 atau negatif.

Hingga kemarin, ITD Unair telah melakukan sebanyak 1500 test polymerase chain reaction (PCR) pendeteksi Covid-19. Dalam sehari, ITD Unair rata-rata menerima 200 sampel atau specimen untuk diperiksa dengan tes PCR. Lembaga ini melayani RSUD dr. Soetomo dan sejumlah rumah sakit di Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur. ITD Unair merupakan salah satu dari 12 laboratorium pemeriksa Covid-19 yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.

Usai penyerahan sumbangan dari REI, Prof. Inge menyatakan, pihaknya sangat membutuhkan swab yang berkualitas baik.

“Masuk ke hidung itu perlu yang lentur dan tipis. Bahannya dakron, bukan kapas biasa supaya virusnya nggak mati. Itu harganya 10 ribu rupiah per biji dan kita perlu 10 ribu biji untuk didistribusikan ke rumah-rumah sakit. Dan respon cepat dari REI sangat menggembirakan,” tutur Inge mengakhiri pembicaraan. (ss)