Spirit Pancasila Jadi Bekal Banyuwangi Hadapi Covid-19

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Spirit Pancasila menjadi bekal Pemkab Banyuwangi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam diskusi online dalam rangka peringatan hari lahir Pancasila, Sabtu (6/6/2020).

“Bung Karno telah menyebutkan jika spirit utama dari Pancasila adalah gotong royong. Diskursus ini telah muncul sejak lama. Namun, tidak semua mengimplementasikannya. Oleh karena itulah kami berusaha untuk melaksanakan spirit Pancasila ini dalam tiap kebijakan. Terutama dalam mengatasi Covid-19 ini,” ungkap Anas.

Wujud gotong royong tersebut, imbuh Anas, dengan menggerakkan seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu mengatasinya. Para pengusaha, ASN, pemuka agama, tokoh masyarakat dan berbagai potensi yang lain.

“Di Banyuwangi, kami tidak hanya melibatkan semua instansi pemerintah dari tingkat kabupaten hingga RT/ RW untuk menjadi garda depan penanganan Covid-19. Namun, juga swasta dan kekuatan lainnya kita ajak kolaborasi,” papar Anas.

Sementara itu, ada dua narasumber yang menjadi pembicara dalam webinar bertajuk “Pancasila dan Gotong Royong Hadapi Covid-19” itu. Pembicara pertama adalah Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Hariyono, M.Pd. Lalu, dilanjutkan oleh Direktur Pembudayaan BPIP Irene Cemelyn Sinaga, AP. M.Pd.

Prof. Hariyono menguraikan proses historis lahirnya Pancasila. Menurutnya, selama ini, banyak sejarah dan kandungan Pancasila yang didistorsi. Untuk itu, perlu adanya kembali pelurusan sejarah.

“Pancasila murni adalah gagasan dari Ir. Soekarno yang disampaikan dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Bukan yang lainnya,” tegasnya.

Sebagai wujud implementasi spirit Pancasila, Banyuwangi menggerakkan seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu mengatasi Covid-19. (Foto: dok.arahjatim.com)

Hariyono juga mengapresiasi langkah-langkah Banyuwangi dalam mewujudkan implementasi Pancasila dalam berbagai kebijakannya.

“Dalam pengamatan kami, tidak hanya dalam menangani Covid-19 ini, implementasi Pancasila benar-benar diterapkan. Namun, dalam berbagai kebijakan jauh sebelumnya, hal tersebut juga terlihat jelas,” ungkapnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh  Irene Cemelyn Sinaga. Keberhasilan Banyuwangi saat ini adalah perwujudan nyata dari gotong royong sebagai spirit utama Pancasila. Seperti halnya, kala membangun pariwisata.

“Nyaris semua OPD bergotong royong untuk mewujudkan hal tersebut. Akhirnya, hasilnya pun terwujud. Banyuwangi yang dulu bukan apa-apa, kini dikenal sebagai daerah wisata di level nasional,” ucapnya.

Keberhasilan Banyuwangi dalam bergotong royong membangun wisata tersebut, jadi contoh penting bahwa untuk bisa mengatasi Covid-19 ini, juga perlu gotong royong. “Tidak boleh kita bergerak sendiri-sendiri,” pungkasnya. (adv.hmsbwi/ful)