Sebanyak 90 Wartawan Ikuti Pra UKW

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Kemauan orang dalam meningkatkan kapasitas profesinya untuk menjadi lebih profesional agar profesinya bisa dilegalkan, semua orang berlomba-lomba mengikuti beberapa pelatihan sesuai profesinya masing-masing.

Seperti hari ini, sembilan puluh wartawan atau insan jurnalis yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia mengikuti pra UKW (ujian kompetensi wartawan) webinar yang diadakan oleh MZK Institute yang dipandu oleh SoloPos Senin (19/04/2021).

Selama dua setengah jam via meeting zoom. Sesuai peraturan Dewan Pers tahun 2010, sudah diwajibkan untuk memiliki kecakapan tersertifikasi resmi, sehingga mulai 2011 semua wartawan yang berkecimpung di dalam dunia jurnalistik harus berkompetensi.

Menurut Agung Santoso, pemateri tunggal pra UWK daring dari MZK Institute Jakarta, terdapat berbagai jenjang UKW yang selama ini bisa ditempuh. pertama yakni Wartawan Muda, yang bisa ditempuh setelah minimal selama setahun berkecimpung di media atau perusahaan pers tertentu. Kemudian UKW Madya, yang bisa ditempuh oleh setiap pekerja jurnalistik dengan minimal telah 3 tahun berkarya di media. Terkhusus, yakni tingkat Utama, yang biasanya dilakukan oleh wartawan senior atau pemimpin utama perusahaan pers.

“Dalam penilaian UKW tidak ada kata lulus tidak lulus, namun dengan status Kompeten atau tidak kompeten sebagai wartawan,” katanya pada para peserta yang mengikuti zoom meeting, Senin (19/04/2021) pagi.

Namun dalam teknisnya ada berbagai macam teknik pengujian terutama dalam jumlah materi uji. Namun, maksimal ada sekitar 12 materi uji oleh lembaga resmi yang berbadan hukum. Salah satu syarat yang didasarkan yakni wartawan itu harus berasal dari perusahaan pers yang dalam akta notaris dan badan hukumnya khusus penerbitan pers, sehingga diharapkan para peserta UKW sudah bisa mempersiapkan syarat administratif media tersebut jauh hari sebelum pemberkasan agar tidak kesulitan selama masa ujian.

“Pentingnya UKW ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan wartawan dalam menyajikan karya jurnalistiknya, bahkan ini sebagai rambu-rambu agar karyanya sesuai kaedah kode etik jurnalistik yang telah ditetapkan Dewan Pers,” imbuhnya.

Sampai saat ini, telah ada 27 lembaga penguji wartawan resmi. Namun, tercatat hanya ada 16 lembaga yang aktif melakukan UKW hingga saat ini.

Melalui proses pra UKW kali ini, para peserta diharap akan lebih siap dalam menghadapi berbagai materi ujian yang ditetapkan tim penguji, baik dalam persiapan berkasnya hingga pembuatan esai dan tahapan wawancara yang harus dilewati para peserta, supaya natinya lebih fokus dan tidak bingung saat melaksanakan ujian

“Intinya wartawan harus memahami materi karena merupakan syarat mutlak dalam menulis berita dan juga harus memahami semua aturan pers di Indonesia,” pungkasnya. (ndra)