Satpas Prototype Polresta Banyuwangi Berlakukan Social dan Physical Distancing Secara Ketat

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Setelah sempat ditutup selama hampir dua pekan akibat pandemi Covid-19, layanan permohonan Surat Ijin Mengemudi (SIM) kembali dibuka Senin (13/4/2020), ratusan pemohon pun terus berdatangan.

Seiring terus membludaknya pemohon SIM baru maupun perpanjangan yang datang ke kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Prototype Polresta Banyuwangi, prosedur operasional standar (Standard Operational Procedure / SOP) keselamatan pencegahan Covid-19 terus ditingkatkan.

Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Kanit Reg Ident) Iptu Kadek Aditya menuturkan, untuk mengantisipasi membludaknya pemohon SIM dan yang bergerombol saat akan masuk ke kantor Satpas, petugas membuat terobosan dan inovasi dengan memberlakukan aturan Social dan Physical Distancing kepada seluruh pemohon SIM yang mengantre layaknya sedang antre di bank.

Agar tidak kepanasan saat mengantre, di depan kantor Satpas juga didirikan tenda berukuran besar dan diberi tanda batas Physical Distancing satu meter lebih dengan pengawasan ketat petugas. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan sekaligus pencegahan kepada pemohon SIM dan petugas dari tertularnya Covid-19.

“Kami dari Satpas Polresta Banyuwangi menerapkan sistem physical distancing bagi masyarakat. Di gedung ini juga kami batasi bagi pemohon yang masuk, jadi memberikan jarak satu setengah meter menunggu antrean masuk untuk melaksanakan permohonan SIM,” kata Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Kanit Reg Ident) Iptu Kadek Aditya.

Kadek menambahkan, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Satpas Polresta Banyuwangi akan memberikan dispensasi khusus untuk pembuatan SIM baru ataupun perpanjangan bagi masyarakat hingga pandemi virus corona atau Covid-19 berlalu.

Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Kanit Reg Ident) Satpas Prototype Polresta Banyuwangi, Iptu Kadek Aditya, didampingi Baur SIM Aiptu Andik Purwa Laksana. (Foto: Arahjatim.com/ful

Pemohon yang datang dan akan masuk ke kantor Satpas juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri berupa masker, mencuci tangan menggunakan sabun di tempat yang sudah disediakan, masuk ke bilik sterilisasi dan yang terakhir membersihkan kedua tangan dengan hand sanitizer.

“Per hari kurang lebih 250 pemohon yang datang. Untuk pembatasan pemohon tidak ada, pelayanan ditutup sampai jam 12. Perlu diketahui, saat ini ada dispensasi untuk perpanjangan ataupun pembuatan SIM baru sampai tanggal 29 nanti atau sampai pandemi Covid-19 berlalu. Maka dari itu masyarakat tidak usah khawatir, akan kami bantu,” tegas Kadek Aditya.

Dengan pemberlaukan physical distancing membuat sejumlah pemohon SIM merasa senang. Selain mencegah penularan virus juga membuat masyarakat atau pemohon juga tidak merasa khawatir ataupun waswas akan terjadinya penularan virus corona.

“Kami senang dengan adanya jaga jarak, dengan begitu virus tidak menular. Pelayanan di sini juga baik sudah tertata dengan baik dan cepat, cuma 15 menit SIM saya sudah jadi,” ucap Dona Aprilia, pemohon SIM.

Sementara itu, setiap jarum jam menunjukan pukul 10.00 WIB, aktivitas di kantor Satpas juga dihentikan untuk melakukan senam bersama. Seluruh pemohon juga diwajibkan ikut serta senam bersama petugas di halaman kantor Satpas selama lima menit dengan tujuan untuk menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terjangkit oleh virus mematikan yang saat ini semakin meluas penyebarannya. (ful)