Kediri, ArahJatim.com – Halaman depan Kampus 1 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri berubah menjadi lautan manusia pada Rabu (5/8/2026) malam. Ribuan warga, mahasiswa, hingga civitas academica tumpah ruah menikmati Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-49 UNP Kediri.
Acara yang digelar gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan dalang kondang Ki Sun Gondrong serta bintang tamu komedian ternama Jawa Timur, Cak Percil Cs, yang sukses menghibur penonton sepanjang malam.
Sebelum kelir wayang dibeber dan sabetan sang dalang dimulai, suasana malam puncak terasa khidmat sekaligus bangga dengan diserahkannya Anugerah Kampus UNP Kediri 2026. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada unit kerja, dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga program studi (prodi) yang dinilai berprestasi dan berdedikasi tinggi.
Daftar Peraih Anugerah Kampus UNP Kediri 2026
Pemberian apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen UNP Kediri dalam menjaga kualitas mutu pendidikan serta pelayanan akademis. Adapun deretan penerima penghargaan Anugerah Kampus 2026 adalah sebagai berikut:
Anugerah Unit Kerja Unggul:
- Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS)
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
- Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPMPSDM)
Anugerah Tendik Unggul:
- Arif Erwan
- Aris Rahayu
- Danang Sasongko
Anugerah Dosen Unggul:
- Dr. Ika Santia, M.Pd.
- Dr. Faisol, M.M.
- Dr. M. Anas, M.M., M.Ak.
Anugerah Program Studi (Prodi) Unggul:
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)
- Pendidikan Matematika
- Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Menatap Tahun Emas, Rektor Dorong Peningkatan Kinerja
Dalam sambutannya, Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peraih penghargaan serta seluruh civitas academica yang terus konsisten membesarkan kampus.
”Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tenaga kependidikan, dosen, prodi, dan unit kerja yang malam hari ini menerima Anugerah Kampus. Semoga ini menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi Bapak/Ibu sekalian untuk terus meningkatkan kinerja,” ujar Dr. Zainal Afandi.
Ia menekankan bahwa peringatan Dies Natalis ke-49 ini merupakan pijakan penting menuju perayaan setengah abad UNP Kediri pada tahun mendatang.
”Tahun depan merupakan tahun emas Universitas Nusantara PGRI Kediri karena sudah berusia 50 tahun. Mari kita sambut bersama dan tingkatkan kinerja agar tahun depan kampus kita bisa mencapai performa yang maksimal,” imbuhnya.
Kelakar Rektor dan Makna Lakon ‘Wahyu Godo Inten’
Suasana sambutan hangat terpancar saat Sang Rektor menyelipkan seloroh khas yang mengundang tawa hadirin, terutama ketika membahas perayaan Dies Natalis kampus di masa depan.
”Alhamdulillah kalau tahun depan kita bisa menyaksikan bersama peringatan Dies Natalis yang ke-50. Tapi kalau Dies Natalis yang ke-100, saya jamin saya tidak mungkin bisa menyaksikan Bapak/Ibu. Karena sekarang usia saya sudah 58 tahun, kalau ditambah 50 tahun lagi ya tidak mungkin,” candanya disambut gerr penonton.
Tak kalah menggelitik, Dr. Zainal juga meminta civitas akademika memahami lakon wayang yang dibawakan malam itu agar tidak salah mengartikan istilah.
”Lakon malam ini Wahyu Godo Inten. Jangan sampai besok kalau keluar di ujian, jawabannya malah ‘Mas Wahyu menggoda Mbak Intan’. Ini bukan Mas-Mas lagi menggoda Mbak-Mbak,” selorohnya terkekeh.
Di balik canda tawa tersebut, lakon Wahyu Godo Inten memuat kisah kepahlawanan putra Arjuna, yakni Bambang Wisanggeni, yang berjuang gigih membela kebenaran serta membantu keluarga Pandawa dalam menghadapi perang Bharatayudha. Karakter Wisanggeni menjadi simbol keberanian, kejujuran, dan dedikasi tanpa pamrih.
Tontonan Sekaligus Tuntunan
Pertunjukan yang disajikan Ki Sun Gondrong dan lawakan segar Cak Percil Cs tak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana penanaman nilai-nilai luhur bagi seluruh keluarga besar kampus.
”Wayang merupakan seni adi luhung bangsa kita. Di sini kita tidak hanya menyaksikan tontonan, tetapi juga mendapatkan tuntunan hidup. Selamat menyaksikan sampai paripurna,” tutup Dr. Zainal Afandi sebelum meresmikan pembukaan pagelaran.
Acara pun berlanjut riuh hingga dini hari, memadukan kekayaan filosofi kebudayaan, penghargaan atas prestasi civitas academica, serta kebersamaan erat antara warga Kediri dan UNP Kediri. (das)












