Banyuwangi, ArahJatim.com – Beberapa inovasi dipamerkan dalam Festival Inovasi Banyuwangi 2019 di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Senin (1/7/2019). Salah satu yang menarik perhatian adalah inovasi kartu elektronik E-KTP khusus sapi bernama kartu E-NAK (Elektronik Ternak).
Melalui kartu tersebut, ternak sapi yang terdaftar akan terpantau riwayat usia, kesehatan, data pemilik sapi, hingga pas foto dari sapi. Selain itu, pemilik sapi yang sudah memiliki kartu E-NAK juga bakal mendapatkan jaminan asuransi jika sapinya mati tak wajar atau hilang dicuri orang.
Namun, khusus kehilangan, perlu persyaratan khusus dari pihak kepolisian untuk mencairkan dana asuransi jika sapinya terbukti hilang dicuri orang. Jaminan asuransi yang diberikan juga lumayan tinggi, bila sapinya mati akibat hal yang tidak diinginkan atau sakit mendapatkan Rp 10 juta. Kalau sapinya terbukti hilang dicuri orang mendapatkan Rp 9 juta.
Baca juga:
- Banyuwangi Bikin Pelayanan Publik Mandiri, Warga Urus Dokumen Tanpa Ketemu Petugas.
- Adopsi Riset Pelajar, Banyuwangi Uji Coba Penyiraman Lahan Pertanian Lewat Smartphone.
- Dikenal Sebagai Gudang Inovasi, Banyuwangi Dipilih Jadi Tuan Rumah Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional.
“Kartu E-NAK ini sudah terkoneksi dengan nomor induk E-KTP pemilik. Selain dapat asuransi, pemilik ternak juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan untuk hewan ternaknya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan melalui Kabid Budidaya dan Kelembagaan Nanang Sugiharto
Hingga kini, jumlah populasi sapi di Banyuwangi pada tahun 2018 berjumlah 145 ribu ekor, dan yang sudah terdaftar dalam kartu E-NAK berjumlah 8 ribu ekor dari Kecamatan Wongsorejo yang memiliki populasi sapi terbesar di Banyuwangi. Untuk memiliki kartu E-NAK, peternak cukup membayar Rp 40 ribu per tahunnya. Kemudian petugas peternakan bakal melakukan pendataan mendetail terhadap hewan dengan standar mutasi yang cukup. Agar mutasi data tidak terlalu cepat, usia sapi harus di atas 6 bulan, dan hanya khusus sapi betina.

”Sapi betina cenderung lama dipelihara dibanding sapi jantan. Kalau jantan, giginya patah sudah dijual. Kalau betina 3-4 tahun masih dipelihara. Asuransi ini disubsidi melalui APBN. Tapi peternak susahnya minta ampun untuk diminta daftar, dikiranya takut gak keluar asuransinya. Padahal ini benar-benar bisa dapat asuransi, dan bisa dicairkan,” tambah Kabid Budidaya dan Kelembagaan Ternak, Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwang, Nanang Sugiarto.
Kelebihan lain dari kartu E-NAK, para calon pembeli juga bisa terhindar dari upaya penipuan. Sebab riwayat kesehatan sapi akan terpantau melalui kartu tersebut dengan pendataan manual. Seperti pernah beranak berapa kali, pernah sakit, produktif tidaknya dan lainnya. Untuk mengetahui detail riwayat data sapi dan kepemilikan, bisa dilihat dari barcode yang terpasang di leher sapi.
“Semua riwayat sapi bisa terlihat. Dan ini tidak mungkin tertukar karena detail fisik sapi mulai dari tanduk, dan moncong sudah difoto, termasuk titik koordinatnya,” pungkas Nanang. (ful)







