Kemeriahan Milad BPD Kabupaten Kediri di Kawasan Taman Hijau SLG Diwarnai Cek Kesehatan Gratis, Senam Zumba, hingga Penyerahan Penghargaan BPD Terbaik.
Kediri, ArahJatim.com — Suasana di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), tepatnya di depan Taman Hijau, Kabupaten Kediri, tampak berbeda pada Minggu (20/9/2026). Ribuan warga memadati lokasi untuk menghadiri perayaan Milad ke-7 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Kediri yang diselenggarakan oleh DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Kediri.
Mengusung tema “Berbagi Bersama Untuk Sesama”, perayaan tahun ini menyuguhkan beragam kegiatan sosial dan hiburan yang langsung menyentuh masyarakat. Mulai dari senam Zumba bersama Srikandi BPD Kediri, layanan cek kesehatan gratis, pembagian doorprize, hingga puncaknya penyerahan penghargaan bagi BPD Terbaik se-Kabupaten Kediri.
Tak kalah menyedot perhatian, panitia menyajikan 5.000 porsi Nasi Pincuk Pecel Tumpang yang dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang hadir.
Ketua DPC ABPEDNAS sekaligus Ketua Forum Komunikasi (FK) BPD Kabupaten Kediri, Muh. Ali Sofyan, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dan penyambung silaturahmi dengan warga.
”Sebetulnya milad kita jatuh pada tanggal 17 September. Namun karena jatuh pada hari aktif kerja, perayaan kami alihkan ke hari Minggu tanggal 20 September ini,” kata Ali Sofyan di sela-sela kegiatan.
Ali menegaskan, BPD harus hadir melalui kegiatan bernilai positif yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Mengenai pembagian ribuan porsi pecel tumpang, ia menyebut ada pesan budaya yang ingin disampaikan.
”Nasi tumpang ini adalah kuliner khas Kabupaten Kediri yang Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI) sudah terdaftar atas nama Pemerintah Kabupaten Kediri. Kami bangga menjadi warga Kediri. Istilahnya, kalau sudah makan nasi tumpang, insyaallah semuanya jadi gampang,” selorohnya.
Dorong Penguatan Peran dan Kesejahteraan BPD
Selain aspek sosial dan budaya, Ali Sofyan juga menyoroti peran strategis BPD sebagai lembaga legislatif desa. Ia menekankan pentingnya fungsi BPD dalam menampung aspirasi warga serta mengawasi kinerja kepala desa melalui mekanisme monitoring dan evaluasi secara objektif.
Seiring diterbitkannya UU Desa Nomor 3 Tahun 2024 dan PP Nomor 16 Tahun 2026, pihak DPC ABPEDNAS berharap adanya pembaruan regulasi teknis dari pemerintah pusat.
”Kami sangat berharap Kementerian Dalam Negeri segera menerbitkan Permendagri baru sebagai pengganti Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD. Pembaruan regulasi ini penting untuk mempertegas tupoksi BPD sekaligus memperjelas jaminan kesejahteraan anggota BPD agar sejajar dengan unsur penyelenggara pemerintah desa lainnya,” tegas Ali.
Antusiasme Masyarakat Membludak
Sajian kuliner khas Kediri yang dibagikan secara gratis mendapat respon hangat dari warga. Salah satu pengunjung asal Ngandat, Gunawan, mengaku sengaja datang lebih awal untuk merasakan kemeriahan acara tersebut.
”Sangat senang sekali. Acara ini antusiasimenya luar biasa, peminat nasi pecel tumpangnya banyak banget. Saya antre sekitar 10 sampai 15 menit, tapi tidak masalah karena memang ingin ikut meramaikan,” ujar Gunawan di lokasi.
Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh keakraban hingga akhir kegiatan. Pihak ABPEDNAS berharap momen peringatan milad ini dapat terus memperkuat soliditas BPD se-Kabupaten Kediri dalam mengawal pembangunan desa yang lebih transparan dan sejahtera. (das)












