Marak Kebakaran Bambu di Kediri, Satpol PP Imbau Warga Hindari Pembakaran Sampah

oleh
oleh

Dua Insiden Lahan Bambu Terbakar dalam Sehari di Wilayah Pare dan Kras Berhasil Dipadamkan

​Kediri, ArahJatim.com — Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri bergerak cepat merespons dua insiden kebakaran rumpun bambu yang terjadi hampir bersamaan di dua lokasi berbeda pada Jumat (18/9/2026). Kerja keras tim di lapangan berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak merambat ke pemukiman warga sekitar.

​Peristiwa pertama melanda kawasan RT 01 RW 03 Dusun Sambirejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare. Kobaran api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 15.50 WIB akibat aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang diduga merembet ke area rumpun bambu di lahan kosong.

pasang iklan_rev3

​Menerima laporan dari warga setempat bernama Suprobo Winarso, Pos Damkar Pare langsung menerjunkan 1 unit armada berkapasitas 5.000 liter beserta 5 personel ke lokasi kejadian. Petugas tiba dalam kurun waktu lima menit dan langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dijinakkan secara total pada pukul 17.30 WIB.

Kebakaran Susulan di Persawahan Kras Kembali Padam Sesuai SOP

​Belum genap dua jam usai penanganan di Pare, laporan kebakaran kembali diterima Pos Damkar Ngadiluwih sekitar pukul 18.58 WIB. Kali ini, api membakar rumpun bambu di areal persawahan Dusun Ngasem, Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras.

​Satu unit armada berkapasitas 2.500 liter beserta 5 personel segera dikerahkan menuju lokasi persawahan. Setelah berjuang selama hampir tiga jam, tim pemadam berhasil menaklukkan kobaran api sekitar pukul 22.00 WIB sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

​”Alhamdulillah, berkat kesiapsiagaan anggota di lapangan serta laporan cepat dari masyarakat, kedua insiden kebakaran tersebut berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Drs. Kaleb Untung Satrio Wicaksono, M.M.

​Dalam insiden di Kecamatan Kras, taksiran kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 juta, sementara potensi kerugian lahan dan aset warga senilai Rp 15 juta berhasil diselamatkan. Adapun penyebab pasti kebakaran di lokasi persawahan Kras hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

​Menanggapi maraknya kejadian kebakaran lahan dan rumpun bambu, jajaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kediri mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat vegetasi kering yang mudah terbakar. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.